Rabu, 27 Mei 2020


MENGENAL JELLY FISH " UBUR UBUR "

                      Mengenal Lebih Dekat Ubur-Ubur, Si Jeli Hidup yang Elegan
                                                     
Ubur-ubur adalah sejenis binatang laut yang termasuk dalam kelas Scyphozoa. Tubuhnya berbentuk payung berumbai, dapat membuat gatal pada kulit bila tersentuh.
Klasifikasi Ilmiah :
Kerajaan: Animalia
Filum: Cnidaria
Kelas: Scyphozoa
Ordo :Stauromedusae
Filum: Cnidaria
                         Kelas : Hydrozoa (Hydrozoa)
·        Scyphozoa (Scyphozoa) — ubur-ubur
·        Cubozoa (Cubozoa) — ubur-ubur kotak
·         Staurozoa (Staurozoa) — ubur-ubur berjalan
·        Anthozoa (Anthozoa) — koral dan anemon

Cnidaria adalah sebuah filum yang terdiri atas sekitar 9.000 spesies hewan sederhana yang hanya ditemukan di perairan, kebanyakan lingkungan laut. Dari sudut etimologi, kata Cnidaria berasal dari bahasa Yunani “cnidos” yang berarti “jarum penyengat”.
Kemampuan menyengat cnidaria-lah yang merupakan asal nama mereka.Ciri khas Cnidaria adalah knidosit, yang merupakan sel terspesialisasi yang mereka pakai terutama untuk menangkap mangsa dan membela diri. Tubuh mereka terdiri atas mesoglea, suatu bahan tak hidup yang mirip jeli, terletak di antara dua lapisan epitelium yang biasanya setebal satu sel.
Mereka memiliki dua bentuk tubuh dasar: medusa yang berenang dan polip yang sesil, keduanya simetris radial dengan mulut dikelilingi oleh tentakel berknidosit. Kedua bentuk tersebut mempunyai satu lubang jalan masuk yang berfungsi sebagai mulut maupun anus yang disebut manus serta rongga tubuh yang digunakan untuk mencerna makanan dan bernapas. Banyak cnidaria memproduksi koloni yang meruapakan organisme tunggal terdiri atas zooid mirip medusa atau mirip polip atau keduanya. Kegiatan cnidaria dikoordinasikan oleh jaring-jaring saraf tak terpusat serta reseptor sederhana.
Beberapa Cubozoa dan Scyphozoa yang berenang bebas memiliki indera penyeimbang statokista dan ada yang punya ropalia, suatu struktur pengindera kompleks yang dapat termasuk mata pembentuk citra dengan lensa dan retina yang sederhana. Semua cnidaria berkembangbiak secara seksual. Banyak cnidaria memiliki daur hidup yang rumit dengan tingkat perkembangan polip aseksual dan medusa seksual, namun beberapa tidak memiliki polip atau tidak memiliki medusa.
Sengat ubur-ubur membunuh beberapa ratus orang pada abad ke 20 , dan ubur-ubur kotak lah yang terutama sekali berbahaya. Di pihak lain, beberapa ubur-ubur besar dianggap sebagai makanan enak di Asia timur dan selatan. terumbu karang telah lama dianggap penting secara ekonomi sebagai tempat memancing, pelindung bangunan di pantai dari arus dan pasang air laut, dan baru-baru ini sebagai pusat wisata. Namun, mereka rentan terhadap penangkapan ikan berlebih, pertambangan material bangunan, polusi, dan kerusakan akibat pariwisata.

Ciri-ciri khas
Cnidaria membentuk filum hewan yang lebih komplels daripada spons, hampir sekompleks ctenophora (ubur-ubur sisir), dan kurang kompleks dibanding bilateria, yang termasuk hampir semua hewan lain. Akan tetapi, cnidaria dan ctenophora lebih kompleks daripada spons karena mereka memiliki: sel-sel yang diikat oleh penghubung antar-sel dan membran dasar yang mirip karpet; otot; sistem saraf, dan beberapa mempunyai organ pengindera. Cnidaria berbeda dari binatang lain karena memiliki knidosit yang menembak seperti harpun dan digunakan terutama untuk menangkap mangsa dan tambatan pada beberapa spesies.
Seperti spons dan ctenophora, cnidaria mempunyai dua lapisan sel utama yang mengapit lapisan tengah yang mirip jeli yang disebut mesoglea pada cnidaria; hewan yang lebih kompleks memiliki tiga lapisan sel utama dan tidak ada lapisan perantara mirip jeli. Oleh karena itu, cnidaria dan ctenophora disebut sebagai diploblastik secara tradisional, bersama dengan spons.  Akan tetapi, cnidaria dan ctenophora memiliki tipe otot yang, pada hewan yang lebih kompleks, berasal dari lapisan sel tengah.  Sebagai hasilnya beberapa buku teks baru-baru ini mengklasifikasikan ctenophora sebagai triploblastik, dan diperkirakan bahwa cnidaria berevolusi dari moyang yang triploblastik.

Sama halnya dengan ciri ciri makhluk hiduplainnya, berikut karakteristik dari ubur ubur, yaitu


1.      Ubur ubur memiliki bentuk dominan berupa medusa dalam siklus hidupnya.
2.     Sistem gerak pada hewan ini yaitu pada bentuk medusa yang bergerak menggunakan otot yang menarik tubuhnya, sehingga air di dalam rongga tubuhnya akan keluar dan mendorngnya, kemudian mesoglea pada ubur ubur yang tebal dan elastis, digunakan untuk meluncur di air dan bentuknya kembali seperti semula.
3.     Bentuknya seperti mangkuk terbalik, sehingga sering disebut ubur ubur mangkuk terbalik.
4.     Ada yang memiliki tentakel dan ada yang tidak memiliki tentakel.
5.     Pada tentakel umumnya diselimuti dengan sel sel penyengat (knidosit).
6.     Ubur-ubur Scyphozoan kebanyakan pelagis, berenang bebas di laut terbuka.
7.     Ubur-ubur ukuran kecil memakan partikel makanan yang terjebak dari air dan bersimbiosis dengan beberapa alga fotosintetik seperti dinofalgellata.
8.     Pada ubur ubur yang bersifat predator, dalam mencari mangsanya menggunakan organel nematosista yang terdapat di tentakelnya. Nematosista sendiri adalah ciri khas filum Cnidaria, berupa sel berbentuk jarum yang berfungsi menusuk dan mengirim racun ke mangsanya.
9.     Ubur-ubur adalah binatang diploblastik, dengan kata lain mereka mempunyai dua lapisan sel utama. Dua lapisan sel utama ubur-ubur adalah eksoderm di bagian luar dan gastroderm di dalam, di tengahnya adalah mesoglea yang berfungsi sebagai rangka.
10.   Hewan ini tidak punya kepala dan mulut serta anusnya terletak di lubang yang sama, sisi yang dekat mulut disebut oral dan sebaliknya disebut aboral. Sehingga makanan dan kotorannya  masuk dan keluar melalui lubang yang sama.
11.    Sistem pencernaan dengan sistem saluran gastrovaskular yang terdiri dari mulut, manubrium, perut pusat yang bercabang membentuk empat kantung perut, masing masing dibatasi 6 sekat yang disebut septum.
12.   Sistem pernafasan hewan invertebrata ini melalui kedua lapisan sel dengan menyerap oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida ke sekitarnya. Beberapa jenis lain yang bersimbiosis dengan alga fotosintetik untuk mendapatkan oksigen.
13.   Sistem saraf hewan ini di mana sel sel saraf tersebar di seluruh tubuh di mana memiliki cincin otot yang melapisi kubah tubuh yang menyediakan kontraktil yang dibutuhkan untuk berenang di air.
14.   Perkembangbiakan hewan ini mengalami metagenesis, yaitu perkembangan seksual diikuti oleh perkembangbiakan aseksual dalam satu generasi dan memiliki kenis kelamin yang terpisah (dioecious). Spermatozoid keluar dari lubang mulut medusa jantan dan masuk ke dalam usus medusa betina untuk membuahi telurnya. Hasil pembuahannya adalah zigot yang akan berkembang menjadi blastula dilanjutkan menjadi larva bersilia disebut planula. Planula larva dibentuk oleh fertilisasi eksternal; mereka menetap di substrat dalam bentuk polypoid dikenal sebagai scyphistoma. Planula akan tumbuh menjadi polip. Polip bereproduksi secara aseksual dengan membentuk medusa dan begitu seterusnya.

 Sumber :
1. https://richocean.wordpress.com/fauna-lain/ubur-ubur/
2. https://dosenbiologi.com/hewan/klasifikasi-ubur-ubur


Tidak ada komentar:

Posting Komentar