Tanaman aquascape adalah ragam jenis
tumbuhan yang banyak diletakkan di dalam akuarium sebagai hiasan. Tanaman
aquascape yang berada di akuarium tidak hanya menjadi pemercantik akuarium,
tetapi juga menjadi tempat bersembunyi ikan. Dengan adanya tanaman aquascape di
dalam akuarium, maka keberadaannya bisa memperkaya keindahan akuarium. Tanaman
aquascape ada banyak macamnya. Kebanyakan tanaman tersebut bisa tumbuh dengan
dukungan karbondioksida, pencahayaan, suhu, dan pH tertentu untuk mendukung
proses fotosintesis. Apabila Anda mau menanam aquascape, sebaiknya ketahui dulu
jenis-jenis tanaman aquascape yang mudah tumbuh dan cocok untuk pemula ,

Hygrophila Polysperma sudah banyak
ditanam oleh para aquascaper selama bertahun-tahun untuk
memberi hiasan dalam dalam akuarium. Tanaman ini sepertinya tidak telalu peduli
terhadap intensitas cahaya, yang terpenting cahaya tetap ada meski
intensitasnya rendah. Perawatannya mudah sehingga tanaman aquascape ini cocok
untuk pemula.
Untuk keperluan CO2, nampaknya Hygrophila Polysperma
juga tidak terlalu menganggapnya kebutuhan yang penting. Jadi tidak heran bila
banyak orang yang lebih menyukai untuk meletakkan Hygrophila Polysperma karena
tanaman ini selain sangat dianjurkan untuk pemula, tetapi juga tidak menutut
perlakuan khusus. Satu lagi, Hygrophila Polysperma juga termasuk tanaman yang
bisa hidup sebagian di atas permukaan air, dan sebagian terendam di dalam air (emersed).
2. Windelov

Windelov adalah jenis tanaman aquascape
yang mendapatkan nama ilmiah Microsorum pteropus. Penamaan Windelov
berasal dari founder Tropica Aquascape yakni Holge Windelov.
Windelov mempunyai ujung yang bercabang dan bentuk yang unik sehingga banyak
yang menjadikannya sebagai salah satu tanaman aquascape paling cantik di dunia.
Tanaman hias air Windelov bisa tumbuh tinggi mencapai
20 cm dengan lebar yang sama. Windelov merupakan salah satu tanaman aquascape
untuk pemula ataupun para aquascaper yang sudah ahli karena
mudah dalam segi perawatannya. Tanaman penghias akuarium yang satu ini juga
mempunyai ketahanan diri yang kuat, terlebih bila diikat pada akar, kayu
ranting, atau ditempel pada batu.
3. Java Moss

Java Moss merupakan tanaman yang terkelompok
keluarga Hypnaceae, berasal dari kawasan Asia Tenggara dengan nama
ilmiah Taxiphyllum barbieri. Jenis tanaman aquascape java moss
tergolong mudah dalam hal perawatannya sebab tidak memerlukan banyak
karbondioksida dan intensitas cahaya yang tinggi. Java Moss bisa tumbuh emersed.
Tingkat pertumbuhannya lambat.
4. Monte Carlo

Berikutnya
ada Monte Carlo yang termasuk jenis
tanaman aquascape yang bisa dipakai sebagai tanaman karpet di substrat akuarium
dengan laju pertumbuhan yang relatif cepat. Monte Carlo tergolong tanaman
aquascape yang unik. Apabila terkena cahaya yang kuat, maka kecepatan tumbuhnya
semakin tinggi dan menghasilkan karpet pada batas tertentu.
5. Bucephalandra Black
Phantom

Diperkirakan tanaman
aquascape Bucephalandra Black Phantom berasal dari Kalimantan, Indonesia.
Tanaman dari genus Bucephalandra yang satu ini juga biasa
dikenal dengan nama Bucephalandra Brownie Phantom. Area penanamannya lebih
tepat di depan akuarium. Untuk pertumbuhannya, Bucephalandra Black Phantom
tidak memerlukan cahaya dan karbondioksida tinggi sehingga sangat cocok bagi
Anda yang masih pemula.
6. Anubias Coffeefolia

Anubias Coffeefolia
ditemukan pertama kali di daerah Afrika Barat. Tanaman air ini biasa
ditempatkan pada daerah tengah akuarium yang mendapatkan cahaya tidak terlalu
banyak, begitupun dengan CO2-nya. Anubias Coffeefolia mempunyai warna daun
merah atau kecoklatan. Pertumbuhan tanaman hias akuarium Anubias Coffeefolia
begitu kompak dan serempak.
7. Cryptocoryne
Pontederiifolia

Dikabarkan
kalau Cryptocoryne Pontederiifolia berasal
dari kawasan Sumatera Barat dan Singapura. Tidak ada nama umum dari tanaman
yang berasal dari keluarga Araceae, genus Cryptocoryne ini.
Pemeliharaannya mudah karena bisa beradaptasi pada berbagai keadaan tempat
hidupnya. Cryptocoryne Pontederiifolia acuh tak acuh terhadap kondisi pH air,
pertumbuhannya tetap optimal pada air yang sedikit asam ataupun basa.
8. Cabomba Caroliniana

Berasal dari Amerika
Selatan, Cabomba Caroliniana termasuk tumbuhan aquascape yang bisa menempati
area midground dan background akuarium.
Tingkat pertumbuhan tanaman bergenus Cabomba ini cukup cepat pada suhu 15 – 26
derajat Celcius. Cabomba Caroliniana termasuk tanaman aquascape yang mudah
perawatannya, kebutuhan cahayanya sedang – tinggi, serta tak perlu diinjeksi
CO2 karena kebutuhannya sedikit.
9. Crinum Calamistratum

Nama umum dari jenis
tanaman aquascape yang satu ini adalah African Onion Plant atau Cameroon
Crium, ditemukan pertama kali di Afrika Barat, kini sudah tersebar hingga
ke Indonesia. Crinum Calamistratum merupakan tanaman hias air yang indah,
daunnya berwarna hijau tua.
Tanaman ini memerlukan tingkat pencahayaan tinggi,
haus akan CO2, serta nutrisi yang cukup. Crinum Calamistratum bukanlah
tanaman emersed. Meski demikian, pertumbuhannya yang sudah melewati
permukaan air akan menghasilkan bunga cantik.
10. Echinodorus Tenellus

Tanaman
aquascape Echinodorus Tenellus dipakai untuk menghasilkan
permadani hijau di dalam akuarium Anda. Tanaman dari kelompok Amazon
Word ini akan tumbuh merambat dan menyebar hingga menyerupai rumput.
Daun tanaman berukuran besar. Pertumbuhannya sedang, tapi bisa dipercepat
dengan menginjeksi karbondioksida dan intensitas cahaya yang tinggi.
Echinodorus Tenellus bisa hidup secara mandiri tanpa dinaungi oleh tanaman lain
di dalam akuarium.
11. Elatine Triandra

Tanaman
hias akuarium yang berasal dari Amerika Serikat dan Kanada ini merupakan carpet
plant yang pada alam bebas biasanya ditemukan di area-area perairan
yang berlumpur. Bagi Anda yang masih pemula, sebaiknya tidak menanam Elatine Triandra karena tanaman ini tergolong tanaman
yang sulit perawatannya, memerlukan pencahayaan tinggi, dan nutrisi berlimpah.
12. Hydrocotyle
Leucocephala

Hydrocotyle
Leucocephala menjadi tanaman aquascape yang kali pertama
ditemukan di kawasan Amerika Selatan. Selain menjadi tanaman aquascape, ia juga
banyak tumbuh di kolam dan paludarium. Tanaman yang bisa hidup pada habitat
basah dan cukup berawa ini mempunyai daya tahan yang kuat, pertumbuhannya
sangat cepat menghasilkan daun hijau berbentuk bulat yang indah. Keberadaannya
akan mengisi ruang kosong pada akuarium sekaligus menambah nilai estetika dalam
akuarium Anda.
13. Marsilea Hirsuta

Marsilea Hirsuta merupakan tanaman karpet dari Australia.
Tanaman yang tumbuh mengarpet ini mempunyai bentuk yang indah dengan kemampuan
menyebar yang mengelilingi akuarium. Untuk memperoleh daun yang sempurna,
tanaman ini harus diberi pencahayaan tinggi, Daun Marsilea Hirsuta bisa hidup
secara emersed dan submersed.
14. Lilaeopsis
Brasiliensis

Sama seperti Marsilea
Hirsuta, Lilaeopsis Brasiliensis juga tanaman
karpet yang bisa meramaikan bidang akuarium Anda. Rumput yang dihasilkan oleh
tanaman aquascape ini serupa dengan Hairgrass, Tennelus,
dan sebagainya di mana tampak daun yang memanjang dari akar tanpa mempunyai
batang. Tanaman karpet aquascape Lilaeopsis Brasiliensis tumbuh menyebar ke
samping. Untuk memperoleh tanaman yang panjang, pencahayaannya tidak perlu
banyak.
15. Didiplis Diandra

Didiplis
Diandra biasa dijadikan tanaman aquascape untuk midground. Meskipun
tanaman ini menghasilkan bentuk daun yang unik dan menarik perhatian, namun
perawatannya tergolong sulit sehingga kurang cocok bagi pemula. Dirinya
termasuk tanaman yang hidup secara emersed. Pada saat tumbuh di
atas permukaan air, Didiplis Diandra akan memproduksi bunga.
16. Echinodorus x
Subulatus Lucanas

Warna hijau yang
dimiliki oleh Echinodorus x Subulatus Lucanas sangat diakui kecantikannya.
Sebagian besar aquascaper memilih tanaman ini karena
perawatannya yang mudah. Tanaman ini mempunyai karakteristik yang bisa hidup
pada segala macam kondisi air, bahkan dengan intensitas cahaya yang minim tanpa
injeksi CO2. Bentuk daunnya yang lonjong memanjang membuat Echinodorus x
Subulatus Lucanas sangatlah cocok dijadikan sebagai foreground plant (pada
akuarium besar) atau midground plant (pada akuarium kecil).
17. Aponogeton Ulvaceus

Aponogeton Ulvaceus
berasal dari Madagaskar, merupakan tanaman air yang masuk ke dalam
spesies Aponogeton. Para aquascaper di seluruh
dunia menganggap varietas yang satu ini merupakan yang paling indah apabila
dilihat dari bentuk daunnya yang khas. Aponogeton Ulvaceus bisa tumbuh mencapai
ketinggian 60 cm sehingga sangat cocok dijadikan tanaman penghias belakang
akuarium. Aponogeton Ulvaceus juga mudah perawatannya, jadi Anda bisa
menumbuhkannya tanpa memerlukan keahlian khusus.
18. Blepharostoma
Trichophyllum

Blepharostoma
Trichophyllum adalah tanaman yang bisa tumbuh dengan mudah pada sebuah media
seperti batu atau kayu karena tergolong sebagai moss atau lumut. Tanaman ini
cukup kuat dan bisa tumbuh pada area dengan pencahayaan yang sedikit sehingga
tidak merepotkan dalam hal perawatannya. Blepharostome Trichophyllum dapat
tumbuh pada suhu di bawah 27 derajat Celcius.
19. Egeria Densa

Egeria
Densa merupakan salah satu tanaman aquascape yang cukup populer yang banyak
ditanam di dalam akuarium ataupun kolam. Tanaman air yang satu ini berasal dari
Argentina, Brasil, dan Uruguay. Egeria Densa bisa hidup secara bergerombol
sehingga menghasilkan sebuah hamparan hijau yang luas. Tanaman ini sangat
direkomendasikan untuk para pemula di bidang aquascape karena selain mudah
dalam segi perawatan, Egeria Densa juga bisa diperoleh dengan harga yang tidak
terlalu mahal.
20. Echinodorus Vesuvius

Echinodorus
Vesuvius bisa ditempatkan sebagai Tanaman background ataupun midground (lebih
cocok) dikarenakan bentuk daunnya yang spiral dan sempit. Dengan hasil daun
seperti itu, Echinodorus Vesuvius juga lebih disarankan untuk para pemula yang
mau memulai perawatan aquascape di dalam akuarium karena tidak menuntut kondisi
terbaik akuarium Anda.
Sumber :