Sabtu, 26 Desember 2020

 Jenis-Jenis Pakan Lobster Air Tawar Terbaik Untuk Usaha

 
Lobster air tawar adalah salah satu bahan makanan hewani yang diminati oleh konsumen. Maka, tak heran jika setiap tahunnya permintaan lobster air tawar di pasaran selalu mengalami peningkatan.

 Kondisi ini pun menandakan bahwa budidaya lobster air tawar menjadi prospek usaha yang menarik.

Dalam budidaya terutama pembesaran lobster air tawar, makanan lobster air tawar menjadi hal yang perlu diperhatikan. Mari pahami berbagai jenis pakan lobster air tawar di bawah ini sebelum memutuskan untuk memulai bisnisnya.

 

1. Morfologi Lobster Air Tawar

Lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) merupakan salah satu genus dari udang air tawar (Crustacea).

Tubuh lobster ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu kepala dada dan badan. Hewan air ini tidak memiliki tulang dalam, tapi memiliki cangkang yang membungkus seluruh tubuhnya.

Lobster air tawar memiliki kaki gerak pada thoraksnya yang terdiri dari mata, antena, antenula, mulut, dan lima pasang kaki jalan.

 2. Jenis-Jenis Pakan Lobster Air Tawar

Perlu diketahui bahwa lobster air tawar adaah pemakan segala atau omnivora. Sehingga, tak sulit dalam menemukan pakan lobster air tawar.

Secara garis besar, jenis pakannya dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu pakan buatan dan pakan alami. Untuk lebih jelasnya, silahkan simak penjelasan tentag kelebihan dan kekurangan pakan buatan dan alami berikut ini:

 3. Jenis, Kelebihan Dan Kekurangan Pakan Pabrikan Lobster Air Tawar

Pakan buatan adalah pakan yang dibuat oleh pabrik atau biasa juga disebut dengan pellet. Sebakai pakan lobster air tawar, ada dua pellet yang bisa diberikan, yaitu pellet udang dan pellet lobster air tawar.

 Berikut adalah keuntungan dan kelebihan pellet bagi lobster yang harus diketahui.

 1.     Pellet Udang

Kelebihan:

Pellet udang termasuk pakan lobster air tawar agar cepat besar. Bahan pakan ini mengandung protein yang baik bagi pertumbuhan lobster.  

Kekurangan:

Pemberian pellet udang untuk lobster air tawar tak boleh sembarangan. Umur lobster air tawar harus diketahui agar dapat memberikan pellet yang sesuai.

Misalnya saja untuk benih lobster yang baru menetas, sebaiknya diberi pellet DO yang lembut, setelah umur 2 minggu pellet diganti dengan yang berukuran lebih besar hingga lobster air tawar mencapai usia dewasa.

2.   2.  Pellet Lobster Air Tawar

Kelebihan:

Sama seperti pellet udang, pellet lobster air tawar juga menjadi makanan lobster air tawar agar cepat besar. Pellet lobster air tawar juga memiliki kandungan protein dan juga kalsium yang tinggi.

Kekurangan:

Sebaiknya pellet tidak diberikan pada benih lobster air tawar yang berukuran di bawah 1 cm, karena kandungan kalsiumnya akan meyulitkan lobster air tawar dalam melepaskan diri dari kulitnya pada saat molting.

Selain itu, takaran pakannya juga harus dikontrol agar tidak megotori kolam dan meningkatkan kadar amoniak dalam air kolam.

 4. Jenis, Kelebihan Dan Kekurangan Makanan Alami Lobster Air Tawar

Pemberian pellet juga harus diimbangi dengan pemberian pakan alami. Ada berbagai jenis pakan alami untuk pembesaran lobster air tawar.

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan beberapa jenis pakan alami yang patut diketahui:

      a. Tanaman Air

1. Enceng Gondok

Kelebihan:

Enceng gondok adalah salah satu tanaman air yang menjadi pakan ideal lobster air tawar. Selain mengandung mineral, kelebihan lain dari enceng gondok adalah kemudahannya untuk didapatkan.

Pemberian enceng gondok perlu diperhatikan. Yaitu dengan cara dipotong secara halus dan memanjang agar mudah dimakan.

Kekurangan:

Saat musim kemarau, banyak sungai alami yang mengalami kekeringan, sehingga keberadaan enceng gondok liar juga berkurang. Jadi, bagi yang menyukai enceng gondok sebagai pakan lobster air tawar, sebaiknya juga turut membudidayakan enceng gondok di kolam sendiri.

           2.  Selada Air

Kelebihan:

Sama seperti enceng gondok, selada air adalah bahan makanan yang mengandung mineral. Mudah didapatkan, selada air bisa menjadi selingan enceng gondok sebagai pakan lobster air tawar jika keberadaan enceng gondok berkurang.

 Kekurangan:

Kekurangan dari selada air adalah beratnya yang ringan, sehingga sulit tenggelam. Untuk mengakalinya, selada dapat dilayukan terlebih dahulu dengan cara direbus air panas sebentar.

Setelah layu, baru berikan selada air ke kolam lobster air tawar Anda.

 

3.    Hydrilla verticillata

Kelebihan:

Hydrilla verticillata atau hydrilla adalah tanaman air selanjutnya yang baik dijadikan bahan pakan lobster air tawar karena mengandung mineral dan vitamin yang mendukung pertumbuhan lobster air tawar.

Kekurangan:

Bahan yang satu ini sulit dikenali di alam, sehingga banyak yang memilih enceg gondok dibandingkan hydrilla sebagai pakan lobster air tawar.

 

4.    Ludwigia Inclinata Green

Kelebihan:

Sama seperti tanaman air lainnya, Ludwigia Inclinata Green juga memiliki kandungan mineral dan vitamin. Tanaman ini bisa ditemukan di sungai beraliran lambat.

Kekurangan:

Tanaman ini dibanderol dengan harga yang cukup tinggi, karena Ludwigia Inclinata Green banyak dicari sebagai tanaman aquascape. Sehingga, banyak yang memilih tanaman air lain sebagai pakan lobster air tawar.

 

b. Daging (Protein Hewani)


    1. Plankton

Kelebihan:

Plankton adalah biota air alami, sehingga pemberian plankton akan membuat lobster air tawar mendapat pakan layaknya berada di alam liar. Kandungan protein hewani dari plankton juga sangat baik bagi pertumbuhan lobster air tawar.

Kekurangan:

Plankton hidup dijual dengan harga yang cukup tiggi, sehingga memang diperlukan budget lebih ketika memilih bahan pakan lobster air tawar ini.

 

2.     Usus Ayam

Kelebihan:

Usus ayam adalah makanan lobster air tawar yang bertujuan agar lobster cepat besar. Mengandung protein dan lemak hewani yang tinggi serta mudah didapatkan, maka tak heran jika bahan ini banyak dipilih untuk pembesaran lobster air tawar.

Selain itu, usus ayam juga seringkali menjadi limbah dalam industri pemotongan unggas. Sehingga dapat berperan pula dalam pengurangan limbah.

Kekurangan:

Kekurangan bahan ini adalah memerlukan waktu dan tenaga untuk membersihkannya dari kotoran ayam. Karena, jika tidak dibersihkan, air kolam akan mudah kotor dan bahkan tercemar penyakit yang mungkin ada dalam kotoran.

 

3.     Keong Mas

Kelebihan:

Keong mas mudah didapatkan di daerah persawahan atau sungai yang mengalir. Mengandung protein dan lemak hewani tinggi, keong mas menjadi pakan lobster air tawar spesialis pembesaran yang cukup ideal.

Kekurangan:

Di musim kemarau, keong mas tergolong sulit di dapatkan karena banyak sungai dan sawah yang mengalami kekeringan. Selain itu, Anda juga membutuhkan tenaga lebih dalam mencari keong mas liar di sawah.

 

4.       Kutu Air

Kelebihan:

Kutu air adalah jenis pakan selanjutnya yang mengandung protein hewani. Memiliki ukuran yang kecil, maka pakan ini mudah untuk dimakan lobster air tawar.

Pakan kutu air ini juga cocok diberikan sebagai pakan lobster hias. Selain itu, kutu air juga dapat diberikan kepada lobster dalam berbagai ukuran.

Kekurangan:

Kekurangan dari bahan ini adalah ketersediaannya yang tidak selalu ada di semua wilayah. Sehingga, jika ingin melakukan budidaya lobster air tawar dan menggunakan bahan ini sebagai bahan pakan, perlu untuk bermitra dengan pelaku budidaya kutu air.

 

5.Cacing Darah

Kelebihan:

Selanjutnya ada cacing darah yang kerap dijadikan sebagai pakan ikan. Cacing darah juga menjadi pakan ideal bagi lobster air tawar karena kandungan protein hewani yang tinggi.

Kekurangan:

Karena cacing ini banyak diminati sebagai pakan ikan, maka para pelaku budidaya lobster air tawar perlu memiliki mitra sebagai penyedia cacing darah agar tidak kekurangan stok.

 

6.  Cacing Sutera

Kelebihan:

Tak hanya mengandung protein seperti pakan hewani lainnya, cacing sutra juga mejadi pakan lobster air tawar lainnya karena dapat diberikan dalam kondisi hidup sehingga tidak akan mengotori kolam.

Kekurangan:

Pemilihan cacing sutera sebagai pakan lobster sebaiknya juga diselingi dengan pemberian pakan lain, seperti sayuran atau pellet. Hal ini untuk menyeimbangkan nutrisi lobster air tawar.

 

7.     Udang Kecil

Kelebihan:

Lobster air tawar adalah hewan air yang kanibal, sehingga pemberian udang kecil juga bisa dijadikan alternatif pakan. Udang kecil juga memiliki kandungan protein hewani yang baik bagi pertumbuhan lobster air tawar.

Kekurangan:

Kekurangan dari bahan pakan ini adalah harganya yang cukup tinggi. Sehingga, pemberian udang kecil sebaiknya tidak terlalu sering dan dapat diselingi dengan bahan pakan hewani lain, seperti cacing atau kutu air.

Sumber :

http://www.alamikan.com/2020/03/jenis-jenis-pakan-lobster-air-tawar.html

 

PEMINDANGAN IKAN

 


Pada dasarnya pemindangan ikan merupakan upaya pengawetan sekaligus pengolahan ikan yang menggunakan teknik penggaraman dan pengasapan. Pengolahan tersebut dilakukan dengan merebus atau dengan memanaskan ikan dalam susana bergaram dalam waktu tertentu di dalam suatu wadah. Wadah ini digunakan sebagai tempat ikan selama perebusan atau pemanasan dan sekaligus digunakan sebagai kemasan selama transportasi dan pemasaran.

Garam yang digunakan berperan sebagai pengawet sekaligus memperbaiki cita rasa ikan, sedangkan pemanasan mematikan sebagian besar bakteri pada ikan, terutama pada bakteri pembusuk dan pathogen. Selain itu pemanasan dengan kadar garam tinggi menyebabkan tektur daging ikan berubah menjadi lebih kompak..Ikan pindang pun menjadi lezat dan lebih awet ketimbang masih segar.

PRODUKSI DAN POTENSI PEMINDANGAN

Pengolahan ikan menjadi asin memang masih mendominasi pemanfaatan hasil perikanan Indonesia. Suatu jumlah yang sangat besar mengingat pemindangan (menempati urutan kedua) tidak lebih dari 5,8% saja. Dari persentase tersebut menghasilkan 121.204 ton ikan pindang (tahun 1992). Padahal, dalam upaya pencukupan gizi masyarakat, ikan asin bukan pilihan ynag tepat. Produk-produk berkadar garam rendah yang dapat dikonsumsi dalam jumlah besar, seperti pindang, merupakan pilihan yang tepat.

Dilihat dari produksinya, Pulau Jawa dan Bali merupakan sentra produksi sekaligus sentra konsumen ikan pindang. Produksi ikan pindang diluar Jawa relative rendah, padahal produksi ikan asinnya cukup tinggi. Apabila sebagian produksi ikan asin ini dialihkan ke ikan pindang maka diperlukan usaha terpadu dari berbagai pihak untuk mempromosikan komoditas ini. Pemindangan ikan dapat dijadikan usaha yang menarik tidak hanya di Jawa, tetapi juga di luar JAwa.

Jenis ikan yang biasa digunakan cukup beragam, mulai dari ikan kecil hingga ikan besar dan dari ikan air tawar sampai ikan laut. Ikan air tawar yang sering dipindang adalah nilem, tawes, gurami, mujair, sepat siam, tambakan dan ikan mas. Untuk ikan laut, jenis yang biasa dipindang adalah ikan laying, kembung, tongkol, bawal, selar, kuro, banding, lemuru, petek, japu, tembang, ekor kuning, dan hiu.

Ikan pindang yang baik harus memenuhi kriteria tertentu. Cara paling mudah untuk menilai mutu ikan pindang dengan menilai mutu sensorinya. Selain itu, pengujian secara kimia dan mikrobiolagi digunakan untuk melengkapi pengujian mutu sensori. Parameter dalam pengujian sensori ikan pindang :

Parameter

Diskripsi

Rupa dan warna

Ikan utuh tidak patah, mucus tidak terluka atau lecet, bersih, tidak terdapat benda asing, tidak ada endapan lemak, garam atau kotoran lain. Warna spisifik untuk tiap jenis, cemerlang, tidak berjamur, dan tidak berlendir.

Bau

Bau spesifik ikan pindang atau seperti bau ikan rebus, gurih, segar, tanpa bau tengik, masam, basi, atau busuk.

Rasa

Gurih spesifik ikan pindang, enak tidak terlalu asin, ras asin merata, dan tidak ada rasa asin.

Tekstur

Daging pindang kompak, padat, cukup kering dan tidak berair atau tidak basah (kesat).

    Sejauh ini, mutu ikan pindang yang dihasilkan belum memuaskan karena cara pengolahan yang belum baik dan benar. Penampilan fisik kurang menarik, banyak luka, terkelupas, daging retak, warna agak kecoklatan, berbau sedikit tengik, dan sebagainya. Faktor-faktor yang menyebabkan kerusakan pada ikan pindang antara lain :

1.   penggunaan larutan garam yang tidak bersih

2.   mutu ikan kurang bagus

3.   Penggunaan larutan perebus yang berulang-ulang sampai kental dan kecokelatan

4.   Bau tengik atau tidak sedap

5.   Sanitasi dan hygiene yang diabaikan

 

SYARAT KEBERSIHAN PEMINDANGAN

Keberhasilan proses pemindangan sangat dipengaruhi oleh mutu bahan-bahan yang digunakan dan kondisi lingkungan. Selain itu bahan utama pembuatan ikan pindang adalah garam. Bahan-bahan yang akan digunakan harus memenuhi syarat tertentu agar ikan pindang yang dihasilkan bermutu baik. Syarat-syarat yang harus dipenuhi adalah:

Ikan Harus Segar

Meskipun ikan dengan tingkat kesegaran yang bverbeda-beda dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan ikan pindang, ikan yang telah membusuksebaiknya tidak digunakan.

Penggunaan ikan dengan kesegaran rendah akan menghasilkan produk akhir yang kurang baik (hancur), sehingga harga jual rendah. Selain itu penggunaan ikan dengan tingkat kesegaran rendah akan menghasilkan ikan pindang yang terlalu asin. Hal ini terjadi karena proses penetrasi garam ke dalam daging ikan yang kurang segar berlangsung terlalu cepat.

Sebelum dimulai proses pemindangan, sebaiknya sisik, insang dan perut ikan dibersihkan agar jumlah bakteri yang terdapat di dalam tubuh ikan berkurang. Setelah dibersihkan, ikan dicuci dengan air bersih yang mengalir agar semua kotoran yang melekat dapat dihilangkan. Ikan yang telah bersih dapat segera diolah menjadi ikan pindang. Bila tidak segera diolah, ikan harus ditaburi es batu agar tetap segar.

Mutu Garam Harus Baik

Mutu garam akan mempengaruhi kecepatan penetrasi garam ke dalam tubuh ikan. Kecepatan penetrasi garam ke dalam tubuh ikan sangat bergantung pada kadar NaCl yang dikandung, makin tinggi kadar NaCl, semakin cepat pula penetrasi berlangsung.

Selain ditentukan oleh kadar NaCl, kecepatan penetrasi garam ke dalam tyubuh juga dipengaruhi oleh ukuran partikel (butiran) garam. Semakin hasul butiran garam yang digunakan, semakin cepat pula penetrasi. Bila digunakan garam berukuran besar, proses penetrasi garam ke dalam tubuh ikan menjadi lambat sehinggasering timbul kerusakan pada tubuh ikan yang dipindang.

Kondisi Lingkungan Harus Sehat

Kondisi lingkungan harus benar-benar diperhatikan karena dapat mempengaruhi produk ikan pindang. Agar ikan pindang yang dihasilkan bermutu baik dan daya awetnya tinggi, factor-faktor sanitasi harus diperhatikan. Alat dan bahan yang digunakan harus bersih, demikian pula halnya tempat penyimpanan dan hasil pemindanagan.

CARA PEMINDANGAN

Ikan pindang dapat dibuat dengan berbagai cara, tergantung jenis ikan dan wwadah yang digunakan. Namun demikian, proses pembuatan ikan pindang mempunyai prinsip yang sama, yaitu:

Penyiangan dan Pencucian

Ikan yang akan digunakan sebaiknya dikelompokkan terlebih dahulu berdasarkan jenis, ukuran dan tingkat kesegarannya. Kemudian ikan disiangi dengan cara membuang sisik, sirip, insang, isi perut dan kotoran lain.

Sebagian petani ikan atau nelayan sengaja tidak membuang isi perut ikan, karena hal ini dapat menyebabkan hancurnya daging ikan dan menurunnya harga jual ikan pindang. Namun berdasarkan hasil penelitian, tenyata ikan pindang yang telah dibuang isi perutnya tidak mengalami kerusakan atau pecah-pecah seperti yang dikhawatirkan. Ikan berukuran besar disiangi sisip, sirip. Insang dan isi perutnya serta dibelah tubuhnya untuk memudahkan penetrasi garam dan bumbu yang digunakan. Ikan berukuran sedang cukup disiangi tanpa dibelah, sedangkan ikan berukuran kecil tidak perlu disiangi, cukup dicuci.

Penyusunan Ikan

Setelah ikan disiangi dan dicuci sampai bersih, ikan segera disusun secara teratur dalam periuk. Usahakan agar ikan yang disusun dalam satu wadah mempunyai ukuran yang relative seragam, agar diperoleh ikan pindang dengan mutu dab rasa yang seragam pula.

Penimbsngan ikan perlu dilakukan untuk memudahkan penentuan jumlah garam yang harus ditambahkan. Kadang-kadang nelayan atau petani ikan sengaja meletakkan ikan kecil di bagian dasar wadah dan ikan besar di bagian atas untuk mengecoh pembeli. Sebenarnya hal ini sangat merugikan, sebab proses perebusan ikan pindang berukuran besar membutuhkan waktu yang lebih lama, sehingga pada saat ikan berukuran besar belum masak ikan kecil biasanya telah hancur. Dengan demikian konsumen akan merasa tertipu sehingga tidak mau membeli lagi.

Persiapan Wadah

Wadah yang digunakan untuk membuat ikan pindang adalah periuk yang terbuat dari tanah liat atau alumunium. Sebaiknya wadah yang digunakan terbuat dari tanah liat, sebab wadah semacam ini selain dapat menetralisasi panas secara merata ke seluruh bagian. Besarnya wadah hendaknya disesuaikan dengan ukuran ikan yang akan diproses. Wadah yang terlalu kecil memperdulit penyusunan ikan, bahan dapat mengakibatkan tubuh ikan menjadi bengkok dan patah sehingga harga jual ikan pindang menurun.

Bagian dalam periuk biasanya dilapisi jerami atau anyaman bambu setebal 1 – 2 cm. alat ini berfungsi untuk mencegah melekatnya ikan ke dasar atau tepi wadah dan mencegah hangusnya ikan pindang. Pada dinding periuk bagian bawah sebaiknya dibuat lubang kecil yang dapar dibuka dan ditutup dengan mudah untuk mengalirkan cairan yang terbentuk akibat proses hidrolisa selama perebusan.

Penggaraman Ikan

Garam yang digunakan dalam proses pemindangan berfungsi untuk memberikan rasa gurih pada ikan, menurunkan kadar cairan di dalam tubuh ikan dan mencegah atau menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk maupun organisme lain.

Garam yang digunakan dapat berbentuk kristal atau larutan. Jumlah garam kristal yang digunakan berkisar antara 5-10% dari berat total ikan., ter5gantung selera. Pemberian garam dengan konsentrasi lebih besar dari 40% akan menghasilkan ikan pindang yang terlalu asin, sedangkan pemberian garam kurang dari 5% akan menghasilkan produk ikan pindang dengan daya awet yang rendah. Garam ditaburkan di atas lapisan ikan hingga seluruh tubuh ikan tertutup garam. Tebal lapisan garam adalah 0.5 cm. setelah garam selesai ditaburkan, tambahkan 1 liter air bersih untuk setiap 2 kg ikan. Penambahab air dimaksudkan untuk membantu proses penetrasi garam ke dalam tubuh ikan.

Proses penggaraman ikan pindang denag menggunakan larutan garam dapat dilakukan dengan cepat, yakni cukup derngan menuangkan larutan garam pada susunan ikan yang ada dalam wadah. Konsentrasi larutan garam yang digunakan dapat dibuat sesuai dengan selera. Seluruh ikan yang ada dalam wadah harus terendam oleh larutan garam, agar dapat diperoleh produk ikan pindang dengan mutu yang relative seragam.

Perebusan Ikan

Setelah proses penyusunan dan penggaraman ikan selesai dilakukan, wadah segera ditutup dengan alat penutup yang dilengkapi dengan pemberat. Alat penutup dapat dibuat dari bahan apa saja asalkan dapat berfungsi sebagai alat untuk mencegah penecmaran yang disebabkan oleh lalat atau mikroorganisme lain.

Proses perebusan yang berlangsung hinggan ikan masak menggunakan kayu baker atau minyka tanah sebagai sumber panas. Kayu baker yang digunakan sebaiknya dipilih kayu yang tidak menimbulkan bau kurang sedap agar tidak mempengaruhi mutu ikan pindang.

Api yang digunakan untuk merebus sebaiknya tidak terlalu besar agar seluruh bagian tubuh ikan menjadi benar-benar matang dan tidak hangus. Bila api terlalu besar, biasanya tubuh ikan bagis luar akan menjadi kering, sedangkan bagian dalam masih mentah. Ikan pindang demikian kurang baik, karena proses pembusukan tetap dapat berlangsung di dalam tubuh ikan. Selain itu, suimber api yang terlalu besar juga dapat mengakibatkan periuk tanah menjadi pecah.

Lama perebusan tidak dapat ditentukan secara pasti. Bila terlalu cepat, hasil poemindangan kurang sempurna, tetapi bila terlalu lama sering mengakibatkan tubuh ikan menjadi kering, hangus atau periuk menjadi pecah. Biasanya nelayan atau petani ikan dapat mengetahui berapa lama waktu perebusan yang cukup berdasarkan bunyi air mendidih. Bila air mendidih masih berbunyi halus berarti perebusan belum selesai, tetapi bila terdengan bunyi air menggelegak berarti wadah pemindangan ikan harus segera diangkat. Meskipun demikian, sebagai patokan biasanya waktu perebusan ikan berkisar 2-12 jam, tergantung ukuran ikan yang dipindang. Pada ikan yang telah masak terdapat retakan-retakan, terutama pada bagian daging, kepala dan ekor.

Selam proses perebusan berlangsung, cairan di dalam wadah akan terus bertambah karena terjadi pengeluaran caioran dari dalam tubuh ikan. Jikan wadah tidak mampu menampung cairan yang ada, harus dilakukan pembuangan sebagian cairan dengan jalam membuka sumbat lubang yang terdapat di dinding periuk bagian bawah. Cairan ini sebaiknya ditampung, karena masih dapat diolah menjadi kecap ikan atau petis.

Penyimpanan

Penimpanan produk hasil pemindangan harus mendapat perhatian pula, agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan selama ikan pindang dalam penyimpanan. Wadah ikan hasil pemindangna harus ditutup sebaik mungkin agar tidak terkena debu. Untuk mendapatkan daya awet yang tinggi, sebaiknya ikan pindang diletakkandi dalam ruangan yang kering dan bertemperatur lingkungna yang cukup rendah. Ikan hasil pemindangan tidak boleh diletakkan di dalam ruangan yang lembab atau basah, karena hal ini dapat meningkatkan aktivitas bakteri ataupun mikroorganisme lain dan dengan demikian menurunkan kualitas ikan pindang.

Sumber : 

1.    https://seputarperikanan.wordpress.com/2012/05/10/pemindangan-ikan/

2.    http://www.alamikan.com/2012/10/pemindangan-ikan.html