Jumat, 26 Juni 2020


BUDIDAYA IKAN AROWANA

                                     Peluang Usaha Budidaya Ikan Arwana Silver Dan Analisa Usahanya ...

Arwana termasuk famili ikan “karuhun”, yaitu Osteoglasidae atau famili ikan “bony-tongue” (lidah bertulang), karena bagian dasar mulutnya berupa tulang yang berfungsi sebagai gigi. Arwana memiki berbagai julukan, seperti: Ikan Naga (Dragon Fish), Barramundi, Saratoga, PlaTapad, Kelesa, Siluk, Kayangan, Peyang, Tangkelese, Aruwana, atau Arowana, tergantung dari tempatnya.
Bentuk dan penampilan arwana termasuk cantik dan unik. Tubuhnya memanjang, ramping, dan “stream line”, dengan gerakan renang sangat anggun. Arwana di alam mempunyai variasi warna seperti hijau, perak, atau merah. Pada bibir bawahnya terdapat dua buah sungut yang berfungsi sebagai sensor getar untuk mengetahui posisi mangsa di permukaan air. Sungut ini termasuk dalam kriteria penilaian keindahan ikan.
Potensi pertumbuhan arwana cukup besar, terutama dengan pemberian pakan berkadar protein tinggi. Pertumbuhan arwana di akuarium mencapai 60 cm, sedangkan di alam mencapai lebih dari 90 cm. Jenis arwana asal Amerika Selatan dapat tumbuh hingga 270 cm.
Arwana merupakan ikan perenang atas (surface feeder), ditunjukkan oleh betuk mulut. Di alam mereka berenang di dekat permukaan untuk berburu mangsa. Arwana dapat menerima segala jenis pakan untuk ikan karnivora, tetapi seringkali mereka jadi sangat menyukai salah satu jenis pakan saja, dan menolak jenis lainnya. Sebagai ikan peloncat, arwana di alam bisa menangkap serangga yang hinggap di ranting ketinggian 1-2 meter dari permukaan air. Maka pemeliharaan dalam akuarium harus ditutup dengan baik.

Arwana merupakan ikan tangguh yang dapat hidup hingga setengah abad. Permintaan yang tinggi dengan ketersediaan alam yang terbatas menyebabkan eksploitasi di alam dibatasi. CITES (Convention of International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna) menetapkan bahwa ikan Arwana Asia sebagai ikan yang mendapat perlindungan tertinggi. Berbagai jenis Arwana Asia antara lain:


Parameter Air.
pH.
Arwana dapat hidup pada selang pH cukup lebar. Namun disarankan agar mereka dipelihara sesuai dengan kondisi aslinya di alam yaitu pada selang pH netral sampai agak masam (pH 6.0 -7.0).
Kesadahan.
Arwana berasal dari perairan dengan kesadahan rendah, oleh karena itu direkomendasikan untuk memeliharanya pada selang kesadahan ini (GH 8°). Arwana silver dapat hidup pada kisaran GH 4-10.
Temperatur.
Arwana direkomendasikan untuk diperlihara pada selang suhu 26 – 30 °C. Seperti halnya jenis ikan yang lain, hindari terjadinya perubahan suhu mendadak. Perubahan suhu mendadak dapat menyebabkan shock pada ikan yang bersangkutan, dan dapat memicu berbagai masalah. Suhu terlalu tinggi untuk jangka waktu lama diketahui dapat menyebabkan tutup insang menggulung, hal ini tentu akan sangat menggangggu keindahan ikan tersebut.
Pencahayaan.
Sebaiknya di area terang tanpa sinar matahari secara langsung.
Arwana bukan termasuk ikan yang sulit dipelihara, hanya perlu beberapa saat setiap hari atau beberapa jam setiap minggu untuk merawat dan mencek kondisi ikan dan lingkungannya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memelihara arwana :

Wadah
1. Kolam
Pemeliharaan induk arwana sebaiknya dilakukan di kolam. tanah. Lokasi untuk kolam perlu mempetimbangkan :

·  Tanah
Jenis Tanah yang baik adalah tanah Nat berlempung yang dapat menahan air dan mendukung pertumbuhan pakan alami.
·  Topografi
Perbedaan derajat kemiringan antara saluran pemasukan dan pengeluaran maksimal 1%.
·  Air
Suplai air yang memenuhi kualitas, kuantitas dan kontinuitas yang dibutuhkan.
Kolam yang ideal berbentuk persegi panjang dengan ukuran minimal 10x10m2. Persiapan kolam sebelum tanam yaitu :
·  Pengeringan kolam hingga dasar retak-retak
·  Pembalikan dasar kolam, perbaikan pematang
·  Pengapuran dengan dosis 50-100 gram/m2
·  Perngisian air setinggi 100 cm
Hujan deras dapat mengakibatkan perubahan mendadak kualitas air. Untuk mencegah kematian ikan, ganti air (setelah hujan berhenti) minimal 30% dari total volume air.

2. Akuarium
Sebagai ikan hias, arwana dapat dipelihara dalam akuarium. Secara umum, semakin besar ukuran akuarium akan semakin baik, karena arwana memerlukan ruang gerak yang cukup luas. Ukuran akuarium minimal 3 kali dari panjang ikan dengan lebar 1. 5 kali panjang ikan. Akuarium ditempatkan di area yang jauh dari gangguan, untuk menghindari stress pada ikan. Tutup akuarium dengan tutup yang rapat dan kuat karena arwana dapat melompat atau mendorong tutup ke luar akuarium.
Setelah arwana berumur 4 bulan, pemeliharaan mulai dilakukan secara terpisah pada akuarium ukuran 75 x 45 x 45 cm untuk menghindari perkelahian antar ikan. Pemeliharaan 2-3 ekor arwana dalam satu akuarium perlu dihindari, mengingat sifat agresif akan menyebabkan perkelahian. Namun diperbolehkan pemeliharaan 6 ekor sekaligus, karena sifat agresif arwana menjadi sangat berkurang.
Untuk merangsang keluarnya warna yang bagus dan pembentukan kromatofora, perlu diberikan pencahayaan buatan minimal 10-12 jam per hari. Hindari penyalaan lampu secara mendadak, yang bisa menyebabkan panik, sehingga ikan menabrak kaca atau benda lainnya dalam akuarium dan ikan menjadi terluka. Manipulasi pencahayaan sering dapat menimbulkan pantulan warna ikan dengan lebih baik. Letakkan lampu di bagian depan akuarium, dan set sudut reflektor sedemikan rupa sehingga bisa memberikan pantulan yang optimal. Banyak pilihan lampu dijual dipasaran dengan spektrum bervariasi, lampu berspektrum penuh akan secara alamiah memantulkan wama-warna alami dari ikan.
Pada waktu 6-7 bulan setelah ikan dapat berenang bebas, ukuran mencapai 20-25 cm dan dapat dipasarkan.

Perawatan Akuariurn
Sebagai karnivora, arwana akan memproduksi kotoran dalam jumlah relatif banyak dengan kandungan unsur nitrogen tinggi. Oleh karena itu, kadar amonia, nitrit, dan nitrat dalam akuarium arwana sering kali menjadi masalah.
Penggantian air dilakukan untuk memperbaiki kualitas air yang telah menurun akibat banyaknya kotoran ikan. Oleh karena itu dalam penggantian air yang menggunakan sistem siphon (menggunakan selang air) sekaligus untuk mengeluarkan sisa-sisa kotoran ikan dan juga kotoran yang melekat pada kaca. Penggantian air cukup dilakukan 2 atau 4 minggu sekali dan tidak perlu seluruh air diganti tetapi cukup sejumlah 30-50 % dari total air. Perlu diperhatikan bahwa suhu dan pH air pengganti harus relatif sama dengan air akuarium. Hindari terjadinya fluktuasi kualitas air saat melakukan penggantian air.
Bersamaan dengan penggantian air dilakukan juga pembersihan media filter mekanik yang digunakan.
Pakan hidup merupakan jenis pakan utama bagi arwana yang termasuk karnivora. Pakan yang diberikan hendaknya bervariasi untuk menekan resiko kekurangan gizi tertentu.
Beberapa jenis pakan yang sering diberikan pada arwana adalah ikan hidup, udang hidup, potongan udang segar, potongan daging ikan segar, serangga (jangkrik, kecoa, kelabang), cacing/ulat (cacing sutera, cacing tanah, cacing darah, ulat hongkong) dan kodok.
Penggunaan pakan hidup perlu didahului dengan tindakan karantina yang memadai untuk menghindari masuknya bibit penyakit. Terutama pakan hidup yang berasal atau hidup dalam air, seperti udang, ikan, atau kodok. Hindari memberikan serangga atau kodok mati, kecuali anda yakin betul tidak berasal dari area tercemar insektisida.
Sebelum memberikan pakan hidup, bagian-bagian tubuh pakan yang diperkirakan dapat melukai mulut ikan dibuang terlebih dahulu. Seperti kaki belakang kecoa dan jangkrik, atau rostrum (duri pada kepala) udang. Dapat juga pakan hidup tersebut dilemahkan sebelum diberikan pada ikan, agar tidak terjadi “kejar-mengejar” berlebihan dalam ruang akuarium yang sempit. Arwana yang mengalami kelebihan pakan dalam jangka lama, akan kehilangan nafsu makan selama beberapa hari bahkan beberapa minggu.
Pakan buatan merupakan hasil ramuan dengan komposisi yang mencukupi kebutuhan gizi bagi pertumbuhan arwana dengan cara melatih dan membiasakan agar arwana mau memakannya.

Teknik Pemisahan Skala Kecil di Kolam Semen
1.      Pemeliharaan Induk

Induk dipelihara dalam kolam berukuran 5 x 5 m dengan kedalaman air 0,5-0,75 m. Kolam ditutup plastik setinggi 0,75 m untuk mencegah lompatan ikan.
Ruangan pemijahan dibangun di pojok perkolaman dan ditambah dengan beberapa kayu gelondongan untuk memberikan kesan alami. Batu dan kerikil dihindari karena dapat melukai ikan atau dapat tercampur pakan secara tidak sengaja.
Kolam pembesaran dibangun di area tenang dan ditutup sebagian, dan dijauhkan dari sinar matahari langsung. Induk dipelihara dalam kolam pembesaran hingga mencapai matang gonad.
Pengelolaan Kualitas Air
Kualitas air dijaga agar mendekati lingkungan alami arwana yaitu pH 6,8-7,5 dan suhu 27-29 C. Penggantian air dilakukan sebanyak 30-34% dari total volume dengan air deklorinisasi.
Pemberian Pakan
Keseimbangan gizi sangat penting bagi kematangan gonad dan pemijahan. Induk diberikan pakan bervariasi yang mengandung kadar protein tinggi. Pakan diberikan setiap hari dalam bentuk ikan/udang hidup atau runcah, dan ditambah pelet dengan kadar protein 32 %. Jumlah pemberian pakan per hari adalah 2 % dari bobot total tubuh.
Kematangan gonad
Matang gonad terjadi pada umur 4 tahun dengan panjang tubuh 45-60cm.
Pemijahan terjadi sepanjang tahun, dan mencapai puncaknya antara bulan Juli dan Desember. Induk jantan di alam akan menjaga telur yang sudah dibuahi dalam mulutnya hingga 2 bulan ketika larva mulai dapat berenang.
Arwana betina mempunyai ovarium tunggal yang mengandung 20-30 ova besar dengan diameter rata-rata 1,9 cm dengan kematangan berbeda-beda. Induk jantan dewasa juga mempunyai sebuah organ vital menyerupai testis.
Pembedaan Kelamin
Juvenil sulit dibedakan jenis kelaminnya. Perbedaan akan muncul setelah ikan berukur 3-4 tahun.
Pembedaan jenis kelamin diketahui melalui bentuk tubuh dan lebar mulut. Arwana jantan mempunyai tubuh lebih langsing dan sempit, mulut lebih besar dan warna lebih mencolok daripada betina. Mulut yang melebar dengan rongga besar digunakan untuk tujuan inkubasi telur. Perbedaan lain adalah ukuran kepala jantan relatif lebih besar, sifat lebih agresif termasuk dalam perebutan makanan.
Kebiasaan Pemijahan
Tingkah laku arwana sangat unik selama masa pengenalan lain jenis. Masa ini berlangsung selama beberapa minggu atau bulan sebelum mereka mulai menjadi pasangan. Hal ini dapat diamati pada waktu malam, ketika ikan berenang mendekati permukaan air. Arwana jantan mengejar betina sekeliling kolam, terkadang pasangan membentuk lingkaran (hidung menghadap ke ekor pasangan).
Sekitar 1-2 minggu sebelum pemijahan, ikan berenang bersisian dengan tubuh seling menempel. Terjadilah pelepasan sejumlah telur berwarna jingga kemerahan, Jantan membuahi telur dan kemudian mengumpulkan telurdi mulitnya untuk diinkubasi sampai larva dapat berenang dan bertahan sendiri. Diameter telur 8-10 mm dan kaya akan kuning telur dan menetas sekitar seminggu setelah pembuahan. Setelah penetasan, larva muda hidup dalam mulut jantan hingga 7-8 minggu sampai kuning telur diserap total. Larva lepas dari mulut dan menjadi mandiri setelah ukuran tubuh 45-50 mm.

2. Panen Larva
  Inkubasi telur secara normal adalah membutuhkan 8 minggu. Untuk memperpendek waktu, telur yang sudah dibuahi dapat dikeluarkan dari mulut pejantan 1 bulan setelah pemijahan. Induk jantan ditangkap dengan sangat hati-hati dengan jaring halus lalu diselimuti dengan handuk katun yang basah untuk menghindari ikan memberontak dan terluka.
Untuk melepaskan larva dari mulut induk jantan, tarik perlahan bagian bawah mulut dan tubuh ditekan ringan. Larva dikumpulkan dalam wadah plastik dan diinkubasikan dalam akuarium. Jumlah larva yang dapat mencapai 25-30 ekor.
Teknik Pembenihan
Setelah dikeluarkan dari mulut pejantan, larva diinkubasikan dalam akuarium berukuran 45x45x90 cm. Temperatur air 27-29 °C menggunakan pemanas thermostat. Oksigen terlarut 5 ppm (mg/ I) menggunakan aerator bukaan kecil.
Untuk mencegah infeksi akibat penanganan larva, dalam air dilarutkan Acriflavine 2 ppm. Menggunakan teknik pembenihan in vitro ini, Survival Rate (SR) yang didapat sampai tahap ikan dapat berenang adalah 90-100 %.
Selama periode inkubasi, larva tidak perlu diberikan pakan. Beberapa minggu pertama selama kuning telur belum habis, biasanya larva hampir selalu berada pada dasar akuarium. Larva mulai berenang ke atas bertahap ketika ukuran kuning telur mengecil. Pada minggu ke delapan, kuning telur hampir terserap habis sehingga larva mulai berenang ke arah horizontal. Pada tahap ini, pakan hidup pertama harus mulai diberikan untuk mencegah larva saling Ketika ukuran larva mencapai 8,5 cm atau berumur 7 minggu, kuning telur terserap secara penuh dan larva dapat berenang bebas.
Pemeliharaan Larva
Tambahan pakan hidup yang dapat diberikan seperti cacing darah atau anak ikan yang ukurannya sesuai bukaan mulut arwana.
Larva yang telah mencapai panjang 10-12 cm dapat diberikan pakan seperti udang air tawar kecil atau runcah untuk mengimbangi kecepatan tumbuhnya


Sumber :
ikanhiasahmad.blogspot.com/2014/02/cara-merawat-ikan
siarowana.blogspot.com/...mengembangbiakan-ikan-arwana.


Selasa, 23 Juni 2020


MENGENAL IKAN ARAPAIMA

                           Arapaima Gigas Ikan Predator yang Bernilai Ekonomis
                                
   Arapaima Gigas (Pirarucu) atau ikan Gabus Amazon, adalah jenis ikan raksasa yang berasal dari Sungai Amazon, Amerika Selatan. Di sungai Amazon, yang kaya akan aneka jenis ikan, Arapaima gigas, yang bentuknya mirip dengan ikan Gabus ini, merupakan ikan air tawar terbesar di dunia. Ikan keluarga Arwana ini, pada saat dewasa bisa mencapai panjang hingga 3 meter, dengan berat 200 kg.

Ikan Arapaima yang dikenal dengan nama pirarucu di Brazil dan paiche di Perumerupakan salah satu jenis ikan air tawar terbesar di dunia yang masih hidup. Ikan raksasa ini merupakan hewan warisan jaman purba yang tidak mengalami evolusi dan belum punah. Arapaima memang satu keluarga (famili)dengan ikan arwana yaitu famili Osteoglossidae atau ikan berlidah tulang. Meskipun masih satu keluarga dengan arwana di habitat aslinya anak-anak arwana justru menjadi santapan favoritnya. Spesies ini ukurannya sangat istimewa, panjangnya mencapai 1,50 - 4,47 sehingga ikan ini banyak dijuluki giant arapaima (arapaima raksasa). 

Arapaima termasuk hewan langka yang dilindungi CITIS, IUCN dan dilindungi di undang-undang guyana. arapaima merupakan sumber makanan bagi penduduk setempat, sampai bulan desember 2001 pupulasi mereka di perkirakan kurang dari 800 ekor di wilayah hutan lwokara pada sistem lahan basah rumpununi. 


Kecenderungan arapaima untuk berada dekat permukaan air membuatnya rentan terhadap predator manusia, yang dengan mudah dapat membidiknya dengan tombak. Beberapa komunitas penduduk setempat mengkonsumsi daging dan lidah arapaima dan mengumpulkan sisiknya, yang dibentuk menjadi perhiasan unik dan barang-barang lainnya. 



Klasifikasi Ilmiah :

Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Ordo : Osteoglossiformes
Famili : Osteoglossidae
Subfamili : Heterotidinae
Genus : Arapaima
Spesies : Araipaima gigas

Jika diperhatikan, kepala arwana arapaima mirip dengan kepala ikan gabus, yakni bulat lonjong seperti torpedo. Betuk tubuhnya gepeng di bagian depan, lonjong di bagian tengah, dan ekornya pipih (compresed). Sisiknya tampak lebar-lebar dan tebal menyerupai lempengan logam yang berkilau. Warna sisik ikan ini ada yang keemasan, kecokelatan, atau hijau perunggu dengan totol-totol merah tua di pinggir ekornya.

Ketika masih kecil warnanya kuning kehitam-hitaman. Arapaima sangat menyenangi daerah perairan yang gelap. Ikan ini mampu bertahan hidup diperairan yang berkadar oksigen rendah. Pasalnya, ikan ini memiliki gelembung udara yang berguna untuk membantu proses pernapasan. Karenanya, ikan ini harus muncul ke permukaan air setiap 5 – 20 menit sekali untuk menghirup udara, tergantung pada ukurannya.


Ikan arapaima muda, biasanya muncul dipermukaan setiap 5 menit sekali, sedangkan ikan dewasa muncul setiap 15 – 20 menit sekali. Habitat aslinya, Ikan arapaima berasal dari lembah sungai Amazon dan danau-danau serta rawa-rawa di dekatnya di Amerika Selatan. Terbatasnya distribusi ikan ini karena adanya jeram besar atau air terjun yang tidak bisa dilewatinya.


Arapaima juga tidak mengerami telurnya di dalam mulutnya. Arwana ini akan menggali dasar sungai yang berarus tenang sebagai tempat penyimpan telur. Sebelum memijah, lubang digali oleh induk jantan. Kemudian, setelah memijah kedua induk bergantian menjaga telur-telur hingga menetas. Telur arapaima akan menetas sekitar 3 bulan. Setelah menetas, tugas menjaga anak hanya dilakukan oleh induk jantan agar larva yang baru menetas tidak tersesat dan dimangsa ikan lainnya. 

Ikan muda biasanya akan berkerumun di sekitar kepala induk jantan. Hal ini terjadi karena ada sejenis cairan substansi yang keluar dari kelenjar di bagian kepala induk jantan yang menarik ikan muda. Arapaima adalah predator yang berada di puncak rantai makanan di habitatnya. Sifat makannya adalah karnivora. Ikan ini memakan ikan-ikan kecil, krustasea (seperti udang, kepiting, lobster), dan hewan-hewan darat di sekitar sungai yang bisa diburu terutama burung.

Saat ini, sudah jarang terdapat ikan Arapaima yang berukuran lebih dari 2 meter, karena ikan ini sudah sering ditangkapi, untuk dikonsumsi penduduk atau diekspor ke negara lain. 


Catatan fosil menunjukkan bahwa iakan Arapaima telah mendiami sungai Amazon, sejak zaman Jurasic. Ikan purba ini juga menjadi bagian legenda dari masyarakat Amazon. 

Alkisah ada seoranga anak kepala suku yang sombong dan kejam bernama Picarucu. Kemudian oleh dewa dia ditenggelamkan ke dalam sungai dan berubah menjadi ikan Arapaima. Sampai sekarang, masyarakat Amazon menyebutnya ikan Picarucu. Ikan ini memiliki lidah yang bertulang dengan barisan gigi-gigi. Masyarakat lokal menggunakannya sebagai pahat.

Ketika masih kecil Arapaima gigas, memiliki warna kehitaman. Namun semakin besar, warna di bagian ekor yang tadinya hitam berubah menjadi merah. Bila di kolam, makanannya baik ikan mas hidup maupun ikan mas mati Mereka termasuk dalam daftar satwa langka yang dilindungi oleh CITES, IUCN dan dilindungi juga oleh Undang-undang di Guyana.

Ikan yang tergolong sebagai salah satu ikan purba yang masih hidup saat ini, juga mau makan daging.Ikan langka yang bersisik tebal ini, bahkan dapat mencapai ukuran lima meter dan dapat hidup di lingkungan yang kering dengan kadar oksigen yang sedikit. Lidah ikan ini oleh penduduk setempat sering dijadikan ampelas atau kikir untuk menghaluskan permukaan kayu. Keunikan lainnya apabila air di lingkungannya kering, ia akan menggulung menjadi bola dan membenamkan diri ke lubang sampai air kembali datang.

Mereka termasuk dalam ikan yang bernapas dengan mengambil udara langsug dari atmosfer (obligate air breather).  Ikan ini harus muncul ke permukaan setiap 5 - 20 menit sekali,  tergantung pada ukurannya.  Ikan muda, biasanya muncul dipermukaan setiap 5 menit sekali, sedangkan ikan dewasa muncul setiap 18 - 20 menit sekali.

Beruntunglah, meskipun ikan Arapaima berukuran raksasa, namun ikan ini tidak berbahya bagi manusia. Justru Arapaima banyak menjadi korban penangkapan manusia, baik untuk dimakan maupun untuk dikoleksi sebagai ikan penghias aquarium.
Arapaima dapat ditemui di sungai Amazon, wilayah Brazil, sistem sungai Essquito, dan juga di wilayah Asia, di sekitar Thailand dan Vietnam, seperti di sungai Mekong. Mereka biasanya hidup di perairan yang dangkal dan agak berlumpur.


Betinanya menyimpan telurnya di dalam mulutnya, hingga menetas menjadi larva ikan kecil. Setelah menetas, Arapaima membutuhkan waktu seminggu untuk dilepas dan berenang bebas. Mereka akan mencapai dewasa penuh saat berusia 5 tahun. Arapaima dapat hidup hingga 30 tahun. Arapaima tergolong dalam predator, mereka hidup dari memangsa ikan-ikan yang lebih kecil.

Reproduksi
Karena rentang geografis arapaima menghuni, siklus hidup hewan sangat dipengaruhi oleh banjir musiman. Arapaima meletakkan telur-telurnya selama bulan-bulan ketika tingkat air rendah atau mulai meningkat. Mereka membangun sarang sekitar 50 cm dan lebar 15 cm, biasanya di daerah berlumpur-rangkap.
Ketika air naik, telur menetas dan keturunannya memiliki musim banjir untuk makmur, selama bulan Mei hingga Agustus.Oleh karena itu, pemijahan tahunan diatur musiman. arapaima laki-laki seharusnya mouthbrooder, seperti saudaranya, Osteoglossum, yang berarti kaum muda dilindungi dalam mulutnya sampai mereka lebih tua. arapaima perempuan membantu melindungi laki-laki dan kaum muda dengan melingkari mereka dan menangkis predator potensial.
Dalam bukunya The Whispering Land, naturalis Gerald Durrell melaporkan mendengar kisah di Argentina yang arapaima perempuan telah terlihat mengeluarkan zat putih dari kelenjar di kepala dan bahwa anak-anak mereka telah dicatat tampaknya makan pada substansi.
Konservasi 
Status populasi arapaima di Amazon River Basin tidak diketahui, karena itu tercantum pada daftar merah IUCN sebagai Data Kurang. Sulit untuk melakukan sensus penduduk di suatu daerah begitu besar, dan juga bermasalah untuk memantau tangkapan dalam perdagangan yang sebagian besar ilegal.
Namun, sebuah studi 2014 menemukan bahwa ikan itu habis atau dieksploitasi secara berlebihan pada 93% dari situs diperiksa dan dikelola dengan baik atau unfished hanya 7%; ikan tampaknya punah di 19% dari situs-situs tersebut. Arapaima sangat rentan terhadap penangkapan ikan yang berlebihan karena ukuran mereka dan karena mereka harus muncul secara berkala karena obligat sifat bernapas mereka


Sumber :
http://www.dunia-perairan.com/2012/09/Ikan-arwana-raksasa-sungai-amazon.html


Selasa, 16 Juni 2020


MENGENAL IKAN PAUS : MAMALIA LAUT RAKSASA

                                Ikan Paus Ternyata Berperan Jaga Keberadaan Oksigen di Bumi
                                            
ikan paus adalah salah satu mamalia yang hidup dan mencari makan di lautan. sebutan ‘paus’ ini diperuntukkan bagi anggota catacea yang memiliki ukuran badan yang besar. kata paus sendiri lebih sering dikenal orang dengan ikan paus, padahal sebenarnya paus bukanlah berasal dari keluarga ikan, melainkan keluarga mamalia.
Paus atau lodan (khusus yang bergigi dan bukan berukuran kecil) adalah sekelompok mamalia yang hidup di lautan. Sebutan "paus" diberikan pada anggota bangsa Cetacea yang berukuran besar. Paus bukan tergolong dalam keluarga ikan. Paus mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
·         bernapas menggunakan paru-paru
·         mempunyai rambut (sedikit, kebanyakan ada di paus dewasa)
·         berdarah panas
·         mempunyai kelenjar susu
·         mempunyai jantung dengan empat ruang

Jenis-jenis ikan paus

jenis paus yang dikenal sampai saat ini, ada dua kelompok, yaitu :
1.             odontoceti, paus yang memunyai gigi
2.            mysticeti, paus yang tak memiliki gigi.
tentunya jenis makanan masing-masing jenis paus ini juga berbeda-beda. paus jenis odontoceti pada umumnya memakan ikan, sotong, dan juga mamalia laut. berenang ke sana dan ke mari adalah salah satu kebiasan pasu odontoceti ini sambil mencari mangsa. paus odontoceti hanya mempunyai satu saja lubang untuk pernapasan.  untuk paus mysticeti yang tidak bergigi, mereka memiliki dua lubang pernapasan dan juga mempunyai ukuran badan yang lebih besar daripada paus odentoceti. paun jenis ini mempunyai struktur semacam balin atau sikat yang memiliki fungsi semacam sikat untuk menyaring plankton.

Paus purba berevolusi pada pertengahan tempo Eocene, kira-kira 50 juta tahun yang lalu. Salah satu paus terawal yang telah punah adalah Basilosaurus yang mempunyai kepala kecil bermoncong menonjol dan bergigi. Basilosaurus mempunyai panjang 25 meter.
Fosil menunjukkan bahwa paus berasal dari hewan daratan berkuku, kemungkinan dari hewan seperti Mesonychid (hewan seperti serigalayang tinggal di pesisir pantai) yang berangsur-angsur kembali menghunii lautan sekitar 50 juta tahun yang lalu. Satu lagi kemungkinan hewan lain yang berubah menjadi paus, adalah Ambulocetus, mamalia seukuran anjing laut namun memiliki panjang 3 meter seberat 325 kilogram.
penyebaran ikan paus
paus merupakan salah satu dari penguasa lautan luas. penyebarannya juga meliputi seluruh lautan yang ada di bumi ini. penyebaran paus mendominasi seluruh lautan dari arktik sampai antartika. penyebaran beberapa paus terbesar diantaranya, paus biru berada di wilayah antartika, pasifik timur laut, dan samudra hindia. paus bowhead berada di kutub utara dan arktik. paus sirip berada di atlantik utara.
. Paus bergigi berkerabat dekat dengan lumba-lumba dan pesut. Paus tidak bergigi berukuran lebih besar daripada paus bergigi dan mempunyai struktur yang dikenal sebagai balin yang berbentuk sikat. Struktur ini berguna untuk menyaring plankton, makanannya, di air. Paus berbalin mempunyai dua lubang pernapasan.

Jenis Jenis Ikan Paus

BOWHEAD WHALE/BALAENA MYSTICETUS
Bowhead Whale adalah paus baleen yang berasal dari keluarga Balaenidae. Paus hitam tanpa sirip dorsal ini memiliki ciri ciri sebagai berikut : beratnya mencapai 136 ton, dapat tumbuh hingga panjang 20 meter, habitatnya berada di perairan Antartika dan sub-Antartika, tidak bermigrasi untuk makan atau berkembang biak. Paus ini merupakan salah satu target perburuan. Populasi awalnya berkurang sebelum adanya memorandum di tahun 1966. Estimasi populasi saat ini (2012) sekitar 24.900, turun hampir separuhnya dari perkiraan awal sekitar 50.000.
NORTH ATLANTIC RIGHT WHALE,EUBALAENA GLACIALIS
The North Atlantic Right Whale (Eubalaena glacialis yang artinya “baik, atau benar, paus dari es”) termasuk paus baleen. Satu dari tiga spesies yang termasuk dalam keluarga Eubalaena. Paus ini memiliki ciri yaitu : hidup di lautan Atlantik, bermigrasi untuk mencari makan di teluk Maine, Georgia dan Florida, memiliki panjang 11-17 meter, memiliki berat 17 ton, dapat hidup sampai 50 tahun, dan lebih senang mengambang.
NORTH PACIFIC RIGHT WHALE, EUBALAENA JAPONICA
North Pacific Right Whale (Eubalaena japonica) adalah ikan paus baleen kuat yang umum di pasifik Utara hingga 1840, tetapi sekarang sangat langka karena penangkapan ikan paus abad ke-19 dan ke-20. Meskipun paus telah dilindungi dari penagkapan ikan paus sejak 1935, perburuan paus Soviet yang ilegal di tahun 1950-an dan 60-an menghabiskan jumlah mereka lebih lanjut. Uni Internasional untuk Konservasi Alam telah menyatakan keprihatinan bahwa nomor sekarang terlalu rendah untuk pemulihan, dan kepunahan yang mungkin tak terhindarkan. Menurut Pusat Keanekaragaman Hayati, E.Japonica adalah paus yang paling terancam di bumi.
SOUTHERN RIGHT WHALE, EUBALAENA AUSTRALIS
Southern Right Whale (Eubalaena autralis) adalah, salah satu dari tiga spesies yang diklasifikasikan dalam genus paus Eubalaena. Paus ini memiliki ciri – ciri yaitu : terdapat callosities di atas kepala, tidak memiliki sirip punggung, mulut melengkung panjang yang dimulai di atas mata, kulitnya berwarna abu-abu sangat gelap atau hitam, kadang – kadang dengan beberapa bercak putih pada perut, memiliki ukuran 18,5 meter, beratnya sekitar 130 ton, berat Testis-nya (biji) sekitar 500 kg. Sekitar 12.000 Paus Southern Right tersebar di seluruh b agian selatan belahan bumi selatan.

FIN WHALE, BALAENOPTERA PHYSALUS
Fin Whale (Balaenoptera physalus), yang juga disebut paus finback, yang suka banyak bekerja adalah mamalia laut yang termasuk subordo paus baleen. Ini adalah paus terbesar kedua dan binatang yang hidup terbesar kedua setelah paus biru. Paus ini memiliki ciri – ciri yaitu : dapat  tumbuh hampir 27 meter, panjang dan langsing, warna tubuhnya kecoklatan abu-abu dengan bagian bawah lebih pucat, makanannya terdiri dari ikan kecil, cumi-cumi, dan krustasea termasuk mysids dan krill. Sama seperti paus lainnya, paus ini juga menjadi target perburuan pada abad ke-20 sampai sekarang dan merupakan spesies terancam.  Pada tahun 1904 dan 1979 hampir 750.000 paus ini diambil dari belahan bumi selatan dan kurang dari 3.000 jumlah saat ini paus yang tinggal di daerah itu.

SEI WHALE, BALAENOPTERA BOREALIS
Paus Sei (dilafalkan / ser / atau / sar /), Balaenoptera borealis, adalah paus balin, roqual terbesar ketiga setelah paus biru dan paus sirip. Paus ini memiliki ciri – ciri sebagai berikut : mendiami sebagian besar samudra dan tengah laut, menghindari kutub dan perairan tropis dan semi-tertutup badan air, bermigrasi setiap tahun dari perairan dingin dan sub-kutub di musim panas untuk ke perairan hangat dan sub-tropis, memiliki panjang 20 meter, berat 45 ton, mengomsumsi rata – rata 900 kg makanan sehari-hari, terutama copepoda, krill, dan lainnya zoonplankton.
Nama paus ini berasal dari bahasa Norwegia untuk pollock, seekor ikan yang muncul di lepas pantai Norwegia pada waktu yang sama tahun sebagai Paus Sei. Paus Sei sekarang dilindungi secara internasional, walaupun perburuan teratas terjadi di bawah program penelitian kontroversial yang dilakukan oleh Islandia dan Jepang pada tahun 2006, populaasi di seluruh dunia kin sekitar 54.000, kira – kira seperlima populasi pra-perburuan paus.

BRYDE’S WHALE, BALAENOPTERA BRYDEI  
Balaenoptera brydei adalah spesies cetacea, mamalia laut, dalam kelompok kompleks yang dikenal sebagai Paus Bryde. Paus ini memiliki ciri – ciri yaitu : beratnya tidak lebih dari 25 ton, berada secara luas di seluruh perairan tropis dan sub-tropis, dengan spesies terpisah, dapat ditemukan di Pasifik Barat tropis dan Asia Tenggara. Paus ini dinamai atas nama dubes Norwegia untuk Afrika Selatan, Johan Bryde, yang membantu mendirikan stasiun perburuan paus pertama di Durban, Afrika Selatan pada tahun1908.

BLUE WHALE, BALAENOPTERA MUSCULUS
Paus Biru (Balaenoptera musculus) adalah mamalia laut yang termasuk dalam subordo paus baleen. Memiliki ciri – ciri yaitu : panjangnya mencapai 33 meter, berat 180 metrik ton (200 ton singkat) atau lebih berat. Merupakan binatang yang terbesar, panjang dan langsing, tubuhnya memiliki berbagai warna abu – abu kebiruan dan agak ringan bagian punggung bawah, makanannya  krustasea kecil yang dikenal sebagai krill. Paus Biru sangat berlimpah di hampir seluruh samudra hingga awal ke abad-20. Selama lebih dari 40 tahun, mereka diburu sampai mendekati kepunahan hingga dilindungi oleh komunitas internasional pada tahun 1966. Sebuah laporan tahun 2002 memperkirakan ada 5.000 sampai 12.000 paus biru di seluruh dunia, terletak sedikitnya lima kelompok.  Populasi terbesar berada di Antartika, dengan jumlah diperkirakan 239.000 (mencapai 202.000 hingga 311.000) Masih ada. Hanya jauh lebih kecil (sekitar 2000) konsentrasi di setiap Pasifik Utara-Timur, Antartika, dan Samudra Hindia. Ada dua kelompok lebih di Atlantik Utara dan setidaknya dua di Belahan Selatan.

MINKE WHALE, BALAENOPTERA ACUTOROSTRATA
Paus minke diberi nama resmi oleh Lacepède pada 1804, yang menggambarkan bentuk kurcaci dari Balaenoptera acuto-rostrata. Paus minke adalah paus baleen terkecil kedua.
Paus ini memiliki ciri – ciri yaitu : panjang maksimum paus perempuan 9,1 – 10,7 meter dan laki – laki 8,8 – 9,8 meter,  berat maksimum 14 ton, memiliki band putih pada sirip masing – masing, tubuhnya biasanya hitam atau abu – abu gelap di atas dan putih dibawahnya, memiliki 240 dan 360 piring balin di setiap sisi mulut mereka.
Paus minke bisa hidup selama 30 – 50 tahun, dalam beberapa kasus mereka bisa hidup sampai 60 tahun. Sebagian besar belakang termasuk sirip punggung balin dan blowholes, muncul sekaligus ketika paus ke permukaan untuk bernafas.

BALAENOPTERA OMURAI
Balaenoptera omurai adalah spesies paus tentang yang hampir tidak ada yang diketahui datanya.Gambaran ilmiah paus ini dibuat dalam edisi 20 November, 2003, oleh tiga ilmuwan Jepang Shiro Wada, Masayuki Oishi dan Tadasu K. Yamada. Ketiga ilmuwan menentukan keberadaan spesies dengan menganalisis morfologi dan DNA mitokondria dari sembilan individu-delapan tertangkap oleh kapal penelitian Jepang di akhir 1970-an di Indo-Pasifik dan spesimen yang dikumpulkan pada tahun 1998 lebih dari sebuah pulau kecil di Laut Jepang. B. omurai menyerupai Paus Sirip (Balaenoptera physalus) dalam penampilan eksternal, tetapi lebih kecil.Apakah klaim spesies baru akan diterima oleh komunitas yang lebih luas cetological masih harus dilihat. Bahkan para ilmuwan lain berhati-hati dalam tanggapan langsung mereka dengan pengumuman penemuan itu.. Dikutip di New York Times, Dr Howard C. Rosenbaum, ahli biologi konservasi dengan Wildlife Conservation Society, kata para peneliti Jepang telah melakukan “pekerjaan yang mengagumkan untuk setidaknya membuka pertanyaan, apakah ini merupakan spesies yang berbeda,” tapi menambahkan bahwa analisis DNA lebih perlu dilakukan. Julukan khusus memperingati cetologist Jepang Hideo Omura, sehingga nama umum untuk spesies diterima akan Omura’s Paus.

HUMPBACK WHALE, MEGAPTERA NOVAEANGLIAE
Ikan paus Humback (Megaptera novaeanglie) adalah paus baleen. Memiliki ciri – ciri yaitu : memiliki panjang 12 – 16 meter, berat sekitar 36 ton, memiliki bentuk tubuh dengan sirip dada sangat panjang dan kepala bertonjol.
Paus ini merupakan hewan akrobatik, sering bermain menampar air, paus pria menghasilkan lagu paus yang kompleks, yang berlangsung selama 10 – 20 menit dan diulang untuk berjam-jam, terdapat di samudera dan lautan di seluruh dunia, bermigrasi sepanjang 25.000 kilometer setiap tahun, pakan ikan paus humback hanya di musim panas, di perairan kutub, dan bermigrasi ke perairan tropis atau sub-tropis untuk berkembang biak dan melahirkan di musim dingin. Selama musim dingin, mereka hidup dari cadangan lemak mereka.
Seperti paus besar lainnya, paus ini juga merupakan sasaran bagi industri penangkapan paus diperkenalkan pada tahun 1966. Sejak sebagian pulih, namun tersangkut jaring alat tangkap, tabrakan dengan kapal, dan polusi suara juga tetap keprihatinan. Ada sedikitnya 80.000 paus bungkuk di seluruh dunia. Setelah diburu ke ambang kepunahan, ikan paus humback sekarang dicari oleh pengamat paus, terutama dari bagian Australia, Kanada dan USA.

SPERM WHALE, PHYSETER MACROCEPHALUS
Ikan paus sperma, Physeter  macrocephalus, adalah spesies mamalia laut, ordo Cetatcea.  Nama paus ini berasal dari zat lilin-putih susu, spermaceti, ditemukan di kepala binatang itu, karena kemiripannya dengan air mani. Ikan paus sperma adalah satu – satunya anggota genus Physeter. Ikan ini juga merupakan salah satu dari tiga spesies yang tersisa di superfamiliikan paus sperma. Memiliki ciri – ciri yaitu : dapat tumbuh 20,5 meter, memakan cumi – cumi dan ikan, menyelam sedalam 3 kilometer (9.800kaki), merupakan mamalia menyelam terdalam, makanannya termasuk cumi – cumi raksasa dan kolosa. Paus ini hidup dalam kelompok yang disebut polong. Polong dari perempuan dan muda mereka hidup terpisah dari laki-laki yang lebih tua. Secara historis, ikan paus sperma juga dikenal sebagai cachalot umum;”cachalot” berasal dari kata Perancis kuno untuk “gigi”.

Sumber :
3.      ttps://zhabeeautyme.wordpress.com/2015/07/15/ikan-paus