Rabu, 29 Januari 2020

TANAMAN AIR UNTUK AQUASCAPE



Tanaman aquascape adalah ragam jenis tumbuhan yang banyak diletakkan di dalam akuarium sebagai hiasan. Tanaman aquascape yang berada di akuarium tidak hanya menjadi pemercantik akuarium, tetapi juga menjadi tempat bersembunyi ikan. Dengan adanya tanaman aquascape di dalam akuarium, maka keberadaannya bisa memperkaya keindahan akuarium.  Tanaman aquascape ada banyak macamnya. Kebanyakan tanaman tersebut bisa tumbuh dengan dukungan karbondioksida, pencahayaan, suhu, dan pH tertentu untuk mendukung proses fotosintesis. Apabila Anda mau menanam aquascape, sebaiknya ketahui dulu jenis-jenis tanaman aquascape yang mudah tumbuh dan cocok untuk pemula ,
 Hygrophila Polysperma
Hygrophila Polysperma sudah banyak ditanam oleh para aquascaper selama bertahun-tahun untuk memberi hiasan dalam dalam akuarium. Tanaman ini sepertinya tidak telalu peduli terhadap intensitas cahaya, yang terpenting cahaya tetap ada meski intensitasnya rendah. Perawatannya mudah sehingga tanaman aquascape ini cocok untuk pemula.
Untuk keperluan CO2, nampaknya Hygrophila Polysperma juga tidak terlalu menganggapnya kebutuhan yang penting. Jadi tidak heran bila banyak orang yang lebih menyukai untuk meletakkan Hygrophila Polysperma karena tanaman ini selain sangat dianjurkan untuk pemula, tetapi juga tidak menutut perlakuan khusus. Satu lagi, Hygrophila Polysperma juga termasuk tanaman yang bisa hidup sebagian di atas permukaan air, dan sebagian terendam di dalam air (emersed).
2. Windelov
 
Windelov adalah jenis tanaman aquascape yang mendapatkan nama ilmiah Microsorum pteropus. Penamaan Windelov berasal dari founder Tropica Aquascape yakni Holge Windelov. Windelov mempunyai ujung yang bercabang dan bentuk yang unik sehingga banyak yang menjadikannya sebagai salah satu tanaman aquascape paling cantik di dunia.
Tanaman hias air Windelov bisa tumbuh tinggi mencapai 20 cm dengan lebar yang sama. Windelov merupakan salah satu tanaman aquascape untuk pemula ataupun para aquascaper yang sudah ahli karena mudah dalam segi perawatannya. Tanaman penghias akuarium yang satu ini juga mempunyai ketahanan diri yang kuat, terlebih bila diikat pada akar, kayu ranting, atau ditempel pada batu.
3. Java Moss
 
Java Moss merupakan tanaman yang terkelompok keluarga Hypnaceae, berasal dari kawasan Asia Tenggara dengan nama ilmiah Taxiphyllum barbieri. Jenis tanaman aquascape java moss tergolong mudah dalam hal perawatannya sebab tidak memerlukan banyak karbondioksida dan intensitas cahaya yang tinggi. Java Moss bisa tumbuh emersed. Tingkat pertumbuhannya lambat.
4. Monte Carlo
 
Berikutnya ada Monte Carlo yang termasuk jenis tanaman aquascape yang bisa dipakai sebagai tanaman karpet di substrat akuarium dengan laju pertumbuhan yang relatif cepat. Monte Carlo tergolong tanaman aquascape yang unik. Apabila terkena cahaya yang kuat, maka kecepatan tumbuhnya semakin tinggi dan menghasilkan karpet pada batas tertentu.
5. Bucephalandra Black Phantom
 
Diperkirakan tanaman aquascape Bucephalandra Black Phantom berasal dari Kalimantan, Indonesia. Tanaman dari genus Bucephalandra yang satu ini juga biasa dikenal dengan nama Bucephalandra Brownie Phantom. Area penanamannya lebih tepat di depan akuarium. Untuk pertumbuhannya, Bucephalandra Black Phantom tidak memerlukan cahaya dan karbondioksida tinggi sehingga sangat cocok bagi Anda yang masih pemula.
6. Anubias Coffeefolia
 
Anubias Coffeefolia ditemukan pertama kali di daerah Afrika Barat. Tanaman air ini biasa ditempatkan pada daerah tengah akuarium yang mendapatkan cahaya tidak terlalu banyak, begitupun dengan CO2-nya. Anubias Coffeefolia mempunyai warna daun merah atau kecoklatan. Pertumbuhan tanaman hias akuarium Anubias Coffeefolia begitu kompak dan serempak.
7. Cryptocoryne Pontederiifolia

 
Dikabarkan kalau Cryptocoryne Pontederiifolia berasal dari kawasan Sumatera Barat dan Singapura. Tidak ada nama umum dari tanaman yang berasal dari keluarga Araceae, genus Cryptocoryne ini. Pemeliharaannya mudah karena bisa beradaptasi pada berbagai keadaan tempat hidupnya. Cryptocoryne Pontederiifolia acuh tak acuh terhadap kondisi pH air, pertumbuhannya tetap optimal pada air yang sedikit asam ataupun basa.
8. Cabomba Caroliniana

 
Berasal dari Amerika Selatan, Cabomba Caroliniana termasuk tumbuhan aquascape yang bisa menempati area midground dan background akuarium. Tingkat pertumbuhan tanaman bergenus Cabomba ini cukup cepat pada suhu 15 – 26 derajat Celcius. Cabomba Caroliniana termasuk tanaman aquascape yang mudah perawatannya, kebutuhan cahayanya sedang – tinggi, serta tak perlu diinjeksi CO2 karena kebutuhannya sedikit.
9. Crinum Calamistratum
 
Nama umum dari jenis tanaman aquascape yang satu ini adalah African Onion Plant atau Cameroon Crium, ditemukan pertama kali di Afrika Barat, kini sudah tersebar hingga ke Indonesia. Crinum Calamistratum merupakan tanaman hias air yang indah, daunnya berwarna hijau tua.
Tanaman ini memerlukan tingkat pencahayaan tinggi, haus akan CO2, serta nutrisi yang cukup. Crinum Calamistratum bukanlah tanaman emersed. Meski demikian, pertumbuhannya yang sudah melewati permukaan air akan menghasilkan bunga cantik.
10. Echinodorus Tenellus
 
Tanaman aquascape Echinodorus Tenellus dipakai untuk menghasilkan permadani hijau di dalam akuarium Anda. Tanaman dari kelompok Amazon Word ini akan tumbuh merambat dan menyebar hingga menyerupai rumput. Daun tanaman berukuran besar. Pertumbuhannya sedang, tapi bisa dipercepat dengan menginjeksi karbondioksida dan intensitas cahaya yang tinggi. Echinodorus Tenellus bisa hidup secara mandiri tanpa dinaungi oleh tanaman lain di dalam akuarium.
11. Elatine Triandra
 
Tanaman hias akuarium yang berasal dari Amerika Serikat dan Kanada ini merupakan carpet plant yang pada alam bebas biasanya ditemukan di area-area perairan yang berlumpur. Bagi Anda yang masih pemula, sebaiknya tidak menanam Elatine Triandra karena tanaman ini tergolong tanaman yang sulit perawatannya, memerlukan pencahayaan tinggi, dan nutrisi berlimpah.
12. Hydrocotyle Leucocephala
 
Hydrocotyle Leucocephala menjadi tanaman aquascape yang kali pertama ditemukan di kawasan Amerika Selatan. Selain menjadi tanaman aquascape, ia juga banyak tumbuh di kolam dan paludarium. Tanaman yang bisa hidup pada habitat basah dan cukup berawa ini mempunyai daya tahan yang kuat, pertumbuhannya sangat cepat menghasilkan daun hijau berbentuk bulat yang indah. Keberadaannya akan mengisi ruang kosong pada akuarium sekaligus menambah nilai estetika dalam akuarium Anda.
13. Marsilea Hirsuta
 
Marsilea Hirsuta merupakan tanaman karpet dari Australia. Tanaman yang tumbuh mengarpet ini mempunyai bentuk yang indah dengan kemampuan menyebar yang mengelilingi akuarium. Untuk memperoleh daun yang sempurna, tanaman ini harus diberi pencahayaan tinggi, Daun Marsilea Hirsuta bisa hidup secara emersed dan submersed.
14. Lilaeopsis Brasiliensis
 
Sama seperti Marsilea Hirsuta, Lilaeopsis Brasiliensis juga tanaman karpet yang bisa meramaikan bidang akuarium Anda. Rumput yang dihasilkan oleh tanaman aquascape ini serupa dengan HairgrassTennelus, dan sebagainya di mana tampak daun yang memanjang dari akar tanpa mempunyai batang. Tanaman karpet aquascape Lilaeopsis Brasiliensis tumbuh menyebar ke samping. Untuk memperoleh tanaman yang panjang, pencahayaannya tidak perlu banyak.
15. Didiplis Diandra
 
Didiplis Diandra biasa dijadikan tanaman aquascape untuk midground. Meskipun tanaman ini menghasilkan bentuk daun yang unik dan menarik perhatian, namun perawatannya tergolong sulit sehingga kurang cocok bagi pemula. Dirinya termasuk tanaman yang hidup secara emersed. Pada saat tumbuh di atas permukaan air, Didiplis Diandra akan memproduksi bunga.
16. Echinodorus x Subulatus Lucanas
 
Warna hijau yang dimiliki oleh Echinodorus x Subulatus Lucanas sangat diakui kecantikannya. Sebagian besar aquascaper memilih tanaman ini karena perawatannya yang mudah. Tanaman ini mempunyai karakteristik yang bisa hidup pada segala macam kondisi air, bahkan dengan intensitas cahaya yang minim tanpa injeksi CO2. Bentuk daunnya yang lonjong memanjang membuat Echinodorus x Subulatus Lucanas sangatlah cocok dijadikan sebagai foreground plant (pada akuarium besar) atau midground plant (pada akuarium kecil).
17. Aponogeton Ulvaceus
 
Aponogeton Ulvaceus berasal dari Madagaskar, merupakan tanaman air yang masuk ke dalam spesies Aponogeton. Para aquascaper di seluruh dunia menganggap varietas yang satu ini merupakan yang paling indah apabila dilihat dari bentuk daunnya yang khas. Aponogeton Ulvaceus bisa tumbuh mencapai ketinggian 60 cm sehingga sangat cocok dijadikan tanaman penghias belakang akuarium. Aponogeton Ulvaceus juga mudah perawatannya, jadi Anda bisa menumbuhkannya tanpa memerlukan keahlian khusus.
18. Blepharostoma Trichophyllum
 
Blepharostoma Trichophyllum adalah tanaman yang bisa tumbuh dengan mudah pada sebuah media seperti batu atau kayu karena tergolong sebagai moss atau lumut. Tanaman ini cukup kuat dan bisa tumbuh pada area dengan pencahayaan yang sedikit sehingga tidak merepotkan dalam hal perawatannya. Blepharostome Trichophyllum dapat tumbuh pada suhu di bawah 27 derajat Celcius.
19. Egeria Densa
 
Egeria Densa merupakan salah satu tanaman aquascape yang cukup populer yang banyak ditanam di dalam akuarium ataupun kolam. Tanaman air yang satu ini berasal dari Argentina, Brasil, dan Uruguay. Egeria Densa bisa hidup secara bergerombol sehingga menghasilkan sebuah hamparan hijau yang luas. Tanaman ini sangat direkomendasikan untuk para pemula di bidang aquascape karena selain mudah dalam segi perawatan, Egeria Densa juga bisa diperoleh dengan harga yang tidak terlalu mahal.
20. Echinodorus Vesuvius
 
Echinodorus Vesuvius bisa ditempatkan sebagai Tanaman background ataupun midground (lebih cocok) dikarenakan bentuk daunnya yang spiral dan sempit. Dengan hasil daun seperti itu, Echinodorus Vesuvius juga lebih disarankan untuk para pemula yang mau memulai perawatan aquascape di dalam akuarium karena tidak menuntut kondisi terbaik akuarium Anda.

Sumber : 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar