VAKSINASI IKAN
Vaksin adalah satu bahan antigen yang biasanya berasal dari suatu jasad patogen
yang telah dilemahkan atau dimatikan yang berfungsi untuk meningkatkan
ketahanan ikan atau menimbulkan kekebalan aktif terhadap suatu penyakit
tertentu. Vaksinasi merupakan salah satu upaya penanggulangan penyakit pada
hewan (termasuk ikan) dengan cara pemberian vaksin ke dalam tubuh hewan agar
memiliki ketahanan terhadap serangan penyakit. Teknik pemakaian vaksin yang
biasa dilakukan pada ikan mencakup bermacam cara, yaitu melalui suntikan,
makanan atau oral, perendaman, dan penyemprotan dengan tekanan tinggi. Faktor
yang mempengaruhi vaksinasi pada ikan antara lain temperatur, umur, dan berat
ikan. Faktor temperatur yang rendah membuat produksi antibodi lambat. Sedangkan
untuk umur dan berat ikan, vaksinasi jangan dilakukan pada ikan yang umurnya kurang
dari 2 minggu dan berat badannya kurang dari 1 gram. Hal tersebut dikarenakan
pada umur kurang dari 2 minggu sistem kekebalan organ tubuh ikan belum sempurna
untuk memproduksi antibodi . Metode
vaksin secara konvensional biasanya dibagi menjadi 2 yaitu, Heat Killed
Vaccine (HKV) dan Formalin Killed Vaccine (FKV).
Peningkatan
produksi perikanan adalah impian dari setiap pembudidaya. Hal ini juga didukung
oleh pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan yang mencanangkan
program bahwa pada tahun 2015, Indonesia mampu meningkatkan produksi perikanan
sebesar 353 %. Program ini dapat diartikan sebagai tekad dari Kementerian
Kelautan dan Perikanan bahwa Indonesia semaksimal mungkin mampu meningkatkan
produksinya di bidang perikanan.
Serangan
Motile Aeromonas Septicemia (MAS)
Untuk
menjawab pertanyaan “Bagaimana caranya agar produksi ikan di Indonesia bisa
meningkat?” Kementerian Kelautan dan Perikanan sudah melakukan beberapa hal
yang dapat dilakukan agar produksi perikanan dapat meningkat. Salah satunya
yaitu melalui Pengendalian Penyakit Ikan dengan Cara Vaksinasi. Hal ini
diharapkan mampu mengurangi tingkat mortalitas atau kematian pada ikan-ikan
konsumsi yang dibudidayakan oleh para pembudidaya ikan. Ini merupakan suatu
langkah atau upaya yang dilakukan pemerintah agar indonesia mampu meningkatkan
produksi perikanan sebesar 353 % pada tahun 2015.
Streptococcus
iniae pada ikan Nila
Vaksin
merupakan suatu produk biologi yang terbuat dari mikroorganisme yang
dilemahkan, dimatikan atau direkayasa genetika sehingga berguna untuk merangsang
kekebalan tubuh secara aktif. Dapat diartikan bahwa fungsi dari vaksinasi itu
sendiri yaitu untuk meningkatkan kekebalan atau sistem imun pada ikan, sehingga
apabila suatu saat ikan itu terkena penyakit atau mikroorganisme patogen yang
dapat menyebabkan infeksi pada ikan, ikan tersebut mampu melawan infeksi
tersebut.Vaksinasi ini dilakukan bertujuan untuk mencegah timbulnya penyakit
yang dapat menyerang ikan. Seperti yang kita ketahui, pencegahan sejak dini
merupakan cara yang paling ideal untuk pengendalian penyakit pada ikan.
Penggunaan
vaksinasi telah terbukti memiliki kontribusi postif pada dunia perikanan.
Hal ini dapat dilihat dari keberhasilan industri salmon dan trout di Eropa yang
terus meningkat. Keberhasilan penggunaan vaksinasi ini diyakini akan memiliki
dampak pada produksi khususnya perikanan budidaya. Dampak yang dapat terjadi
pada keberhasilan vaksinasi ini diantaranya: 1) menurunnya penggunaan zat-zat
antibiotik pada ikan, 2) tingkat Mortalitas atau kematian pada ikan yang
disebabkan oleh infeksi mikroorganisme patogen akan menurun. Kesemua hal diatas
pada akhirnya akan menyebabkan meningkatnya produksi perikanan budidaya.
Jenis-jenis Vaksin
Secara
umum vaksin dapat digolongkan kedalam 5 jenis yaitu :
Vaksin
In-aktif : vaksin yang mengandung mikroorganisme patogen yang dimatikan. Cara
kerja vaksin ini yaitu dengan menstimulasi sistem kekebalan tubuh spesifik
(respon kekebalan humoral).
Vaksin
Hidup/dilemahkan : vaksin yang mengandung mikroorganisme patogen yang telah
dilemahkan. Vaksisn ini menstimulasi sebagian (sel perantara) atau seluruh
sistem kekebalan tubuh spesifik (respon kekebalan humoral).
Vaksin
toxoid : vaksin yang mengandung unsur toksik (ekstar cellular product) dari
mikroorganisme patogen yang telah diinaktivkan, sehinggatidak akan mampu lagi
menimbulkan penyakit pada ikan.
Vaksin
sub-unit : vaksin yang mengandung sebagian kecil epitop atau locus dari sel
utuh mikroorganisme patogen yang digandakan atau diproduksi secara massal
melalui perantara mikroorganisme lain yang dilemahkan sehingga tidak mampu
menimbulkanpenyakit.
Vaksin
DNA : vaksin yang mengandung sebagian materi genetik dari mikroorganisme
patogen. Vaksin ini dapat menstimulasi kekebalan tubuh spesifik secara terus
menerus.
Vaksin yang
Terdaftar di Indonesia
|
No
|
Nama
Vaksin
|
Manfaat
|
No.
Registrasi
|
|
1.
|
Aquavac
Garvetil
|
Pencegah
bakteri Streptococcus iniae
|
DKP
RI. No. I 0703071 VKC
|
|
2.
|
Aquavac
Garvetil Oral
|
Pencegah
bakteri Streptococcus iniae
|
DKP
RI. No. I 0703070 VKC
|
|
3.
|
Norvax
Strep Si
|
Pencegah
bakteri Streptococcus iniae
|
DKP
RI. No. I 060641 VKC
|
|
4.
|
Himmvac
Agilban S – Plus
|
Pencegah
bakteri Streptococcus iniae
|
KKP
RI. No. I 1105165 VKC
|
|
5.
|
Aquavac
Strep Sa
|
Pencegah
bakteri Streptococcus agalactiae
|
KKP
RI. No. I 1105166 VKC
|
|
6.
|
KV3
|
Pencegah
bakteri Koi Herpes Virus
|
KKP
RI. No. I 1101152 VKC
|
|
7.
|
Caprivac
Aero – L
|
Pencegah
bakteri Aeromonas hydrophila
|
KKP
RI. No. D 1206201 BKC
|
|
8.
|
Caprivac
Vibrio – L
|
Pencegah
bakteri Vibrio sp.
|
KKP
RI. No. D 1206202 BKC
|
|
9.
|
HydroVac
|
Pencegah
bakteri Aeromonas hydropilla
|
KKP
RI. No. D 1206203 BKC
|
|
10.
|
Caprivac
Vibrio
|
Pencegah
bakteri Vibrio sp
|
KKP
RI. No. D 1207206 BKC
|
|
11.
|
Aquavac
® Irido-V
|
Pencegah
Iridovirus
|
KKP
RI. No. D 1211221 BKC
|
|
12
|
Caprivac
ICTA
|
Pencegah
bakteri Edwardsiela ictaluri
|
KKP
RI. No. D 1212222 BKC
|
Sumber
: Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, 2013
Aplikasi vaksin pada ikan
·
Prinsip
dasar vaksinasi adlaah memasukkan vaksin/antigen kedalam tubuh ikan sehingga
antigen tersebut merangsang sistem imun tubuh untuk memproduksi antibodi
(kekebalan spesifik). Dengan hanya 1 atau dua kali pemberian vaksin biasanya
daya tahan/kekebalan tubuh ikan akan bertahan sampai akhir masa pemeliharaan.
Ada beberapa syarat yang sebaiknya diperhatikan sebelum melakukan
vaksinasi terhadap ikan, yaitu :
·
Ikan
sebaiknya berumur 3 minggu, karena pada umur kurang dari tiga minggu,
orgna-organ yan berperan dalam sistem pembentukan antibodi belum sempurna.
·
Jangan memvaksin
ikan yang lagi sakit/stres. Tunggu hingga ikan dalam keadaan optimal.
·
Suhu air
diatas 26 °C. Karena suhu air diatas 28 °C menyebabkan respon antibodi akan
lebih cepat terbentuk.
·
Air yang
digunakan harus bebas dari unsur polutan. Karena polutan dapat menghambat
pembentukan antibodi.
Melalui
perendaman
Perendaman
dapat dilakukan di dalam fiberglass, akuarium atau ember. Kepadatan ikan di
dalam bak sekitar 100-200 gr/liter air. Dosis faksin disesuaikan dengan jenis
vaksin. Biasanya tertera didalam kemasan vaksin. Contoh : untuk vaksin KV3
dosisnya yaitu 100 ml vaksin : 1000 liter air (1ml vaksin : 10 liter air).
Selama proses perendaman sebaiknya diberikan aerasi dan dilakukan pemantauan.
Apabila ada ikan yang terlihat aneh, segera pindahkan ke air segar.
Melalui
penyuntikan
Cara
pemberian vaksin melalui suntikan lebih tepat untuk ikan-ikan yang berukuran
relatif besar, jumlahnya tidak terlalu banyak, misalnya induk ikan. Keuntungan
pemberian vaksin melalui penyuntikan adalah 100% vaksin dapat masuk ke dalam
tubuh ikan. Cara penyuntikan yang biasa dilakukan, yaitu dimasukkan ke rongga
perut (intra peritoneal) dan dimasukkan ke otot/daging (intra muscular) dengan
sudut kemiringan jarum suntik (needle) kira-kira 30o.
Melalui
oral (dicampur dengan pakan)
Teknik
ini lebih sesuai untuk ikan-ikan yang sudah dipelihara dalam kolam pemeliharaan
ataupun sebagai upaya vaksinasi ulang (booster). Dosis vaksin yang digunakan
untuk teknik ini sesuai dengan dosis yang direkomendasikan (sebagai contoh
untuk vaksin HydroVac adalah 3-5 ml/kg bobot tubuh ikan) dan pemberian vaksin
melalui pakan sebaiknya dilakukan selama 5 – 7 hari berturut-turut.
Sumber
:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar