BUDIDAYA IKAN GABUS ( Channa striata Bloch )


Ikan gabus (Channa striata Bloch) merupakan salah satu
jenis komoditas perairan tawar yang hidup di perairan sungai utama, sungai
mati, danau, rawa banjiran, yang merupakan rawa hutan,rawang dan lebung atau
cekungan di daerah rawa, dan tersebar di Indonesia, seperti Sungai
Musi Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Papua, Jawa Timur dan maupun
dibeberapa daerah lainnya di Indonesia.
Pada perairan rawa banjiran tinggi air (volume air) sangat
bervariasi sepanjang tahun, karena dipengaruhi oleh musim hujan. Pada saat
musim kemarau volume air kecil hanya tinggal di sungai utama, cekungan-cekungan
tanah (lebung) dan danau. Pada saat musim penghujan air meluap menutupi
permukaan tanah dapat mencapai 3-4 meter. Keadaan ini akan mempengaruhi sifat
biologi dan ekologi pada daerah tersebut. Pada musim kemarauikan tinggal di
cekungan-cekungan tanah (lebung), danau dan sungai utama, sedangkan pada saat
air banjir ikan menyebar keseluruh penjuru perairan. Fungsi vegetasi di
perairan rawa pada saat air besar sebagai tempat mencari makanan bagi ikan dan
sebagai tempat asuhan serta sebagai tempat untuk melekatkan telur bagi
ikan-ikan yang sedang memijah, puncak musim pemijahan umumnya terjadi pada awal
musim penghujan
Berikut adalah
jenis-jenis ikan gabus yang biasanya dibudidayakan di rumah atau secara skala
besar:
1. Great Snakehead
Ikan gabus
berjenis great snakehead dapat tumbuh sampai 1 meter.
Ikan gabus ini sering
dibudidaya karena bukan saja ukurannya yang sangat besar, namun dagingnya yang
tebal dan penuh gizi.
Kepala ikan gabus
berjenis great snakehead biasanya lebih besar dan tidak bersisik seperti
jenis snakehead lainnya.
Badannya lebih licin
dan warnanya lebih gelap.
Para nelayan yang
menangkap ikan gabus jenis ini biasanya menjual hasil tangkapannya pada
restoran-restoran besar.
Harganya pun cukup
tinggi mengingat langkanya jenis great snakehead untuk ditemukan di perairan
Indonesia.
2. Forest Snakehead
Jenis ikan gabus yang
sering dipilih banyak orang untuk dibudidayakan di rumah adalah forest snakehead.
Berbeda dengan great
snakehead, ikan gabus ini berukuran lebih kecil, dan warnanya pun tidak sepekat
jenis sebelumnya.
Ikan satu ini
terbilang lebih awet apabila dibudidaya di rumah karena kelebihannya yang dapat
bertahan di segala macam suhu dan cuaca.
Ukuran ikan gabus
forest snakehead dewasa bisa mencapai 40 cm, dan dapat ditemukan di sisi-sisi
perahu nelayan ikan tawar di Indonesia.
3. Channa Gachua
Ikan gabus lainnya
yang populer di kalangan banyak orang adalah channa gachua atau
ikan gabus bogo.
Ikan ini berukuran
kecil, panjangnya hanya bisa mencapai 20 cm.
Selain karena
ukurannya yang kecil dan pertumbuhannya yang cepat, ikan gabus bogo juga dipilih
karena warnannya yang cantik.
Warna coklat ikan
gabus lebih terang dengan sisi atas yang gelap, membuatnya terlihat seperti
corak alami.
Pada spesimen ikan
gabus bogo muda, terdapat bintink-bintik hitam di sampingnya, sehingga juga
sering dijadikan sebagai ikan hias oleh banyak orang.
Morfologi
Berdasarkan Kottelat et al., ikan gabus di
kelompok ke dalam ordo Pleuronecti formes dan famili Channidae mempunyai
ciri-ciri seluruh tubuh dan kepala ditutupi sisik sikloid dan stenoid. Bentuk
badan hampir undar di bagian depan dan piph tegak ke arah belakang sehingga
disebut ikan berkepala ular (snakedhead). Ikan ini mampu menghirup udara
dari sungai atmosfer karena memiliki organ napas tambahan pada bagian atas
insangnya. Hal ini juga yang memuat ikan tersebut mampu bergerak dalam jarak
jauh pada musim kemarau untuk mencari sumber air.
Ukuran dan Habitat
Di alam panjang ikan gabus dapat mencapai 1
meter dengan ukuran rata-rata mencapai antara 60-75 cm. Panjang larva sekitar
3,5 mm, pasacalarva setelah 4 minggu dengan panjang antara 10-20 mm, setelah 6
minggu ikan mempunyai ukuran 4-5 cm.
Ikan gabus merupakan jenis ikan air tawar yang
dapat hidup di sungai, danau, kolam, bendungan, rawa, banjiran, sawah bahkan
parit dan air payau. Ikan gabus juga sangat toleran terhadap kondisi anaerobik, karena mereka mempunyai sistim
pernapasan tambahan pada bagian atas insangnya. Ikan gabus dapat hidup dengan kondisi perairan yang
mempunyai : pH 6,2-7,8 dan temperatur 26,5-31,5 0C.
ikan gabus mempunyai distribusi yang luas dari
China hingga India dan Srilangka, kemudian India Timur dan Philipina, juga
Nepal, Burma, Pakistan, Banglades, Singapura, Malaysia dan dan Jawa). Indonesia
(Sumatera, Kalimantan).
Penangkapan
Alat tangkap
yang dipergunakan oleh nelayan di perairan umum sangat beraneka ragam, cara
pengoperasiannya ada yang pasif dan ada yang aktif. di DAS musi, penangkapan
ikan di daerah rawa atau lebak lebung kebanyakan menggunakan alat tangkap yang
bersifat pasif, sedangkan di sungai adalah alat tangkap yang bersifat aktif. Alat tangkap yang tergolong pasif adalah empang (barrier
and trap), corong (Filtering device), bingkai bila (bamboo pot
trap), dan rawai (hooks and line). Alat tangkap yang bersifat aktif
adalah jala (cast net), jaring (gillnet) dan langgian (scoop
net).
Makanan
Ikan gabus merupakan ikan karnivora dengan
makanan utamanya adalah udang, katak, cacing, serangga dan semua jenis
ikan. Pada masa larva ikan gabus
memakan zooplankton dan pada ukuran fingeling, makanannya berupa
seraangga, udang dan ikan kecil. Sementara itu pada fase pascalarva ikan gabus
memakan makanan yang mempunyai kuantitas yang lebih besar seperti Daphnia dan
Cyclops, sedangkan ikan dewasa akan memakan udang, serangga, katak, cacing dan
ikan. makanan ikan gabus dengan kisaran panjang total antara 5,78-13,4 cm
adalah serangga air, potongan hewan air, udang dan detritus.
Reproduksi
Ikan gabus membuat sarang di sekitar tumbuhan
air atau pingiran perairan yang dangkal. Sarang ikan gabus membentuk busa di
antara tanaman air di periran yang berarus lemah. ikan gabus di alam
memijah beberapa kali dalam setahun, bahkan ikan gabus dapat memijah setiap bulan. ikan
gabus dapat memijah pada umur 9 bulan dengan panjang total sekitar 21 cm. Musim
pemijahan ikan gabus di antara bulan mei sampai oktober, dengan puncaknya pada
bulan juli sampai september. ikan gabus yang matang kelamin lebih dahulu adalah
ikan gabus betina. ikan gabus betina mulai matang kelamin pada ukuran panjang
total 16,5 cm.
Umumnya telur-telur yang telah dibuahi akan
menetas dalam waktu 24 jam (pada kondisi alami) sedangkan pada kondisi
laboratorium atau budidaya telur akan menetas setelah 48 jam. Umumnya induk
jantan akan menjaga sarang dan telur selama periode inkubasi paling lama 3
hari. Benih ikan akan bergerombol dan salah satu dari induknya akan menjaga
mereka sepanjang waktu.
Penyiapan Sarana dan Peralatan
Dalam pembuatan kolam pemeliharaan ikan gabus sebaiknya ukurannya tidak
terlalu luas. Hal ini untuk memudahkan pengontrolan dan pengawasan. Bentuk dan
ukuran kolam pemeliharaan bervariasi, tergantung dari selera pemilik dan
lokasinya. Tetapi sebaiknya bagian dasar dan dinding kolam dibuat permanen.
Pada minggu ke I samapi ke VI air harus dalam
keadaan jernih, kolam bebas dari pencemaran meupun fitoplankton. Ikan gabus
pada umur 7 – 9 minggu kejernihan airnya harus dipertahankan. Pada minggu ke 10
air dalam batas-batas tertentu masih diperbolehkan. Kekeruhan menunjukan kadar
bahan padat yang melayang dalam air (plankton). Alat untuk mengukur kekeruhan
air disebut secchi disk.
Prakiraan kekeruhan air berdasarkan usia ikan
gabus (minggu) sesuai dengan angka secchi :
- Usia 10 – 15 minggu, angka secchi = 30 - 50
- Usia 16 – 19 minggu, angka secchi = 30 – 40
- Usia 20 – 24 minggu, angka secchi = 30
Ikan gabus juga menykai pakan busuk yang berprotein serta kotorang yang
berasal dari kakus. Makanan tambahan dapat diberikan sisa-sia
makanan keluarga, daun kubis, tulang ikan, tulang ayam yang dihancurkan, usus
ayam, dan bangkai. cara pemberian pakan pellet
mulai dikenalkan pada benih ikan gabus pada umur 6 minggu dan diberikan 10 – 15
menit sebelum pemberian makanan yang berbentuk tepung. Pada minggu ke 7 dan
seterusnya sudah dapat diberikan pakan berpa pellet. Hindarhan pemberian pakan
pada saat terik matahari, karena suhu suhu tinggi dapat mengurangi nfsu makan
ikan gabus.
Referensi: www.komunitaspenyuluhperikanan.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar