TANAMAN UNTUK MENGENDALIKAN HAMA DAN PENYAKIT IKAN
Pengelolaan secara baik dapat menjaga kualitas air agar tetap stabil. Misalnya, mengganti air sekitar sepertiga volume air setiap hari akan membuat air akan tetap terjaga kualitasnya. Memberikan pakan tepat dosis, mengatur kepadatan tebar dan menjaga masuknya polutan juga akan mencegah timbulnya masalah kualitas air.
A. Tanaman untuk Mengobati Penyakit Ikan
Beberapa tanaman
disekitar kita ternyata dapat dipakai sebagai alternatif pengobatan, meskipun
hanya jenis tertentu, tetapi pemakaian tanaman sebagai media mengobati ikan
merupakan kemajuan di bidang budidaya ikan. Apalagi tren untuk kembali kealam
turut digalakkan untuk menekan dampak buruk penggunaan obat kimia. Adapun
beberapa jenis tanaman yang sudah terbukti mengobati penyakit adalah sebagai
berikut.
1. Kamboja (Plumeria acuminata AIT)
a. Kandungan Kimia :
akar dan daun kamboja mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol. Daun
mengandung alkaloid
b. Bagian yang
digunakan : getah daun dan batang
c. Aplikasi
Getah daun dan batang
dapat mengobati koreng ikan akibat serangan jamur Saprolegnia sp.
Pengobatan dilakukan sengan cara daun kamboja dipetik pagi hari, saat pagi
getah masih banyak dibanding siang dan sore hari. Dosis untuk kolam dengan luas
100 m2 membutuhkan daun sebanyak 10 kg, batang dicacah kecil-kecil lalum
dimasukan ke dalam kolam hingga merata, perlakuan ini diulang setiap hari
selama tiga hari.
2. Pulai (Astonia scholaris)
a. Kandungan Kimia :
kandungan kimia dari kulit batang antara lain alkoloid ekitamina, ekitenina,
alsonina, akiserina, ekitina, aktamidina, dan ekiterina. Kandungan kimia yang
ada kaitannya dengan pengobatan belum jelas diketahui.
b. Bagian yang
digunakan : daun dan kulit batang
c. Aplikasi
Getah daun dan batang
dapat mengobati koreng ikan akibat serangan jamur Saprolegnia sp,
caranya petik daun saat getah masih banyak. Untuk kolam dengan ukuran 100 m2
dibutuhkan daun sebanyak 10 kg. batang dicacah kecil-kecil lalum dimasukan ke
dalam kolam hingga merata, perlakuan ini diulang setiap hari selama tiga hari
3. Randa Nunut (Drymaria cordata)
a. Kandungan Kimia :
-
b. Aplikasi
Daun ini digunakan
sebagai obat anti jamur, caranya ambil 5-10 lembar untuk 30 liter air, remas
daun tersebut hingga lumat lalu peras. Setelah ampas daun diangkat masukan ikan
sakit selama 60 menit selama perlakuan ikan sakit dikarantina agar tidak
menular pada ikan lain
B. Tanaman untuk
Mengendalikan Hama
Hama penggangu sangat
merugikan dalam proses budidaya ikan kehadirannya dikolam bisa sebagai predator
atau inang penyakit, akibatnya produksi akan menurun. Hama yang kerap dijumpai
sebagai predator, antara lain ular air, biawak, dan kadal. Keong emas juga
seringkali ditemui dikolam. Binatang itu merupakan inang cacing yang merugikan
peternak. Sementara kehadiran kepiting sebenarnya bukan suatu masalah bagi
ikan. Namun, lokasi sarang dapat merusak dinding atau tunggul kolam sehingga
merugikan peternak.
1. Akar
Tuba/jenu (Derris eliptica Roxb.Benth)
a. Kandungan Kimia :
akar tuba mengandung alkaloid, saponin, falvonoid, tanin, dan polifenol. Salah
satu produksi metabolit sekunder yang dikandung oleh tanaman tuba adalah
rotenon (C23H22O6) , kandungan rotenono tertinggi terdapat pada akar, yaitu
0,3-12% rotenon merupakan racun perut dan kontak tetapi bersifat sistemik.
b. Bagian yang
digunakan : seluruh tanaman
c. Aplikasi
Akar tuba dapat
sebagai racun serangga, akar ini untuk membunuh predator sebelum pendederan
atau pembesaran.
2. Ketepeng (Cassia alata L )
a. Kandungan Kimia :
kulit kayu mengandung aloe-emodin, asam krosofanat, resin, krisofanol, dan
seng. Sementara asam oleat terkandung dalam biji.
b. Bagian yang
digunakan : daun
c. Aplikasi
Untuk membunuh
predator dikolam, caranya setelah kolam dikeringkan aliri kolam dengan air
hingga mencapai ketinggian 15 cm. Setelah itu ambil daun ketepeng sebanyak 4 kg
untuk kolam seluas 100 m2 . Daun ketepeng diremas-remas didalam ember yang
berisi air, lalu disaring kemudian hasil saringan tersebut dimasukan ke dalam
kolam.
3. Liridiah /
Gamal (Glyriceridia
sephium)
a. Kandungan Kimia :
daun mengandung saponin, flavanoid, dan polifenol
b. Bagian yang
digunakan : daun
c. Aplikasi
Untuk membunuh
predator dikolam, caranya setelah kolam dikeringkan aliri kolam dengan air
hingga mencapai ketinggian 15 cm. Setelah itu ambil daun liridiyah sebanyak 6
kg untuk kolam seluas 100 m2 . daun ketepeng diremas-remas didalam ember yang
berisi air, lalu disaring kemudian hasil saringan tersebut dimasukan ke dalam
kolam.
4. Nanas (Ananas comosus Merr)
a. Kandungan Kimia :
daun, buah, akar mengandung saponin,flavanoid, dan polifenol.
b. Bagian yang
digunakan : buah
c. Aplikasi
Nanas dapat
memberantas kepiting. Hewan ini sering merusak tanggul kolam. Caranya nanas
dicacah sampai lembut, lalu cacahan itu diaduk aduk ketanah dengan radius 0,5 m
disekitar lubang kepiting, dengan cara ini kepiting yang bersembunyi dalam
tanah akan mati. Dengan menanam nanas ditanggul kolam dapat mencegah kepiting
datang.
5. Teh (Thea sinensis)
a. Kandungan Kimia :
biji teh mengandung saponin 10-13% sehingga penggunaannya sebagai racun
disarankan sebanyak 15-18 kg/ha. Tepung biji teh mempunyai kandungan saponin
lebih rendah sehingga dosis harus lebih besar sekitar 150-180 kg/ha
b. Bagian yang
digunakan : biji
c. Aplikasi
Selain digunakan
sebagai pemupukan juga dapat dilakukan sebagai racun membunuh predator atau
pesaing makanan dikolam. Sebelum dicampurkan biji teh dikeringkan atau digiling
halus. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal bungkil teh direndam selama
semalam,airnya tak perlu disaring karena sisa bijinya dapat sebagai pupuk.
6. Tefrosia (Tefhrosia vogelii Hook)
a. Kandungan Kimia :
komponen aktif adalah tephorosin dan deguelin yang merupakan senyawa isomer dan
rotenon.
b. Bagian yang
digunakan : daun
c. Aplikasi
Sangat beracun
terhadap keong mas, caranya, daun dihaluskan lalu dicampur dengan air dan
ditambah sedikit ditergen. Pemakaian konsentrasi 1% dapat mematikan keong mas.
Selain obat hama daunnya juga berguna sebagai pupuk hijau.
7. Sembung (Blumea balsamifera D.C)
a. Kandungan Kimia :
daun sembung mengandung boneol, sineol, limonen, dan dimetil eter
florosetofenon.
b. Bagian yang
digunakan : daun
c. Aplikasi
Daun dihaluskan lalu
dicampur dengan air. Pada konsentrasi 1%, larutan daun dalam air ditambah 0,1%
deterjen cair mengakibatkan 50% kematian populasi keong.
8. Tembakau (Nicotiana tabcum L)
a. Kandungan Kimia :
tembakau mengandung bahan beracun yang disebut nikotin. Konsentrasi tertinggi
terdapat pada ranting dan tulang daun. Kandungan lain adalah saponin, alkaloid,
flavanoid, dan polifenol.
b. Bagian yang
digunakan : daun dan batang
c. Aplikasi
Umumnya yang
digunakan adalah daun tetapi agar lebih praktis peternak biasanya menyertakan
batangnya. Tembakau efektif untuk memberantas hama, seperti cacingpolichaeta,
atau trisipan.
Daun digunakan
langsung atau dihaluskan terlebih dahulu, cara lain dikeringkan terlebih alu di
haluskan menjadi bentuk tepung.
Dosis yang dianjurkan
300-400 kg/ha luas kolam.air dikurangi ketinggian 5-10 cm. Selanjutnya serbuk
ditebar secara merata keseluruh permukaan kolam.
Sumber :
http://mukhtar-api.blogspot.com/2011/04/tanaman-untuk-mengendalikan-hama-dan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar