Minggu, 30 Agustus 2020

 TEKNIK FILTERISASI AKUARIUM

 Jual Terbaik Canister Filter External Aquarium Aquascape Topka LW 603B -  Jakarta Pusat - navaquas | Tokopedia

Tentunya air yang jernih bukan saja hak manusia, tapi juga makhluk hidup lainnya seperti

ikan yang memang hidup di dalam air. Ikan sendiri jadi salah satu hewan yang paling banyak dipelihara oleh manusia, baik di aquarium maupun kolam.

Dan berikut cara menjernihkan air aquarium:

1.       Gunakan filter

Keberadaan filter di aquarium sangat penting untuk menyaring semua kotoran. Selain itu filter berguna pula dalam upaya menyediakan pasokan oksigen yang dihasilkan dari gelembung-gelembung karena adanya perputaran air.

Karena filter harus dalam kondisi yang selalu bekerja, sehingga perlu diperhatikan pula kebersihannya. Secara rutin bersihkan filter dan perangkat lainnya seperti selang yang biasanya jadi tempat menempelnya lumut.

Selain itu juga ganti kain atau spons di filter. Jangan biarkan bagian ini kotor dalam waktu lama, karena hanya akan semakin mempersulit Anda dalam membersihkannya.

Bagian-bagian dari filter ini penting dijaga kebersihannya, karena ini akan berpengaruh langsung pada kondisi air di dalam aquarium.

2.      Gunakan arang

Tidak hanya bisa digunakan dalam membersihkan air sumur, arang juga bisa jadi cara menjernihkan air aquarium secara alami.

Pastikan untuk menggunakan arang yang bebas kotoran atau debu. Lalu letakkan di dalam kotak filter. Kandungan zat dalam arang dinilai efektif dalam menjernihkan air dan bebas klorin. Lakukan pengecekan filter secara berkala dan gantilah arang jika sudah lapuk ya...

3.      Perawatan rutin dan tepat

Cara menjernihkan air aquarium yang keruh tentunya adalah mengganti airnya secara rutin. Karena selain untuk menjaga air tetap jernih juga penting bagi kesehatan ikan. 

Setidaknya bersihkan aquarium seminggu sekali, karena kotoran ikan bisa langsung membuat air menjadi keruh.

Selain itu harus biasakan untuk memberi makan secukupnya. Dalam hal ini Anda harus tahu takaran atau porsi makanan hewan peliharaan dan waktu yang tepat untuk memberikannya. Karena makanan yang diberikan berlebihan juga bisa berpengaruh kejernihan air.

Bagi Anda yang memeliharan ikan di kolam, mungkin juga menghadapi kendala air yang keruh. Biasanya air kolam berwarna hijau. Ini biasanya disebabkan oleh phytoplankton baik ganggang berseratmaupun yang bersel satu. 

Mikroorganisme ini bisa berkembang sangat cepat khususnya pada suhu tertentu seperti 25C. Apalagi jika terkena sinar matahari ini akan memicu perkembangbiakannya lebih cepat.

Cara Menjernihkan Air Kolam Berwarna Hijau

Ada beberapa cara menjernihkan air kolam ikan berwarna hijau dengan mudah, misalnya:

1.     Berikan water cleaner secukupnya

Disamping bisa menjernihkan air, zat ini juga bisa mengatasi pertumbuhan lumut, ganggang dan menghilangkan amoniak. Dalam cara menjernihkan air kolam ikan yang keruh satu ini, perlu diperhatikan pula takarannya karena kalau berlebihan juga bisa berakibat kematian pada ikan.

2.      Berikan starter bakteri

 Starter ini berbentuk cairan yang berisi bibit bakteri baik yang membuat proses

pelarutan amonia jadi lebih cepat dan mengolah amonia jadi nitrit, sehingga air kolam tidak berbau.

3.       Pasang filter dan beri tanaman

Filter di kolam ikan berada di bagian bawah dan kalau bisa di dekatnya tempatkan tanaman yang bisa mengatasi amoniak terlalu banyak dan pertumbuhan lumut. Misalnya selada air dan eceng gondok.

4.  Imbangi jumlah ikan dengan ukuran kolam

Air kolam akan lebih cepat keruh karena kotoran dari ikan dan gerakan ikan yang terlalu banyak. Lagipula ini bisa membuat ikan stress karena ditempatkan dalam kolam kecil sementara jumlahnya terlalu banyak.  

5.  Perawatan rutin

Tidak hanya air aquarium, air kolam ikan juga perlu diganti secara berkala misalnya satu atau dua minggu sekali. Namun berbeda dengan aquarium, mengganti air di kolam cukup sekitar 20% saja.

Lalu usahakan pula untuk memberikan makanan sesuai takaran. Kegiatan memberi makanan ikan di kolam mungkin jadi salah satu hal menyenangkan, tapi perlu hati-hati. Karena makanan yang berlebihan bisa malah masuk ke dalam filter dan menimbulkan lumut lebih banyak.

Jenis Filter Akuarium Yang Perlu Anda Ketahui

Keberadaan filter di akuarium sangatlah penting dalam menjaga kualitas air agar senantiasa bersih dan jernih sehingga ikan dan hewan air yang dipelihara dalam akuarium bisa hidup dengan sehat dan akuarium terlihat indah.

Dengan penggunaan filter, jarak waktu penggantian air akuarium menjadi lebih lama. Secara umum, filter digunakan dengan mengalirkan air ke dalamnya yang selanjutnya air tersebut diproses untuk menghilangkan kotoran dan zat-zat berbahaya lainnya.

Ada banyak jenis-jenis filter akuarium yang penggunaannya disesuaikan dengan jenis akuarium dan ikan yang dipelihara. Apa saja? Yuk simak berikut.

1.  Filter Internal

 Jenis filter internal

Yang pertama adalah filter internal. Filter internal adalah jenis filter yang diletakkan di dalam akuarium.

Filter ini biasanya merupakan filter yang sederhana dengan penggunaan yang sangat terbatas. Filter ini cocok untuk digunakan pada akuarium berukuran kecil karena daya jangkaunya tidak terlalu luas.

2. Filter Undergravel


Jenis filter undergravel

Kemudian yang kedua adalah filter undergravel. Filter ini diletakkan dibawah gravel atau batu-batuan yang ada di dalam akuarium. Bentuknya melebar sehingga bisa mencakup luas dasar akuarium.

Filter ini juga dilengkapi dengan tabung yang fungsinya mengangkat air yang telah tersaring ke permukaan. Sistem penyaringan yang digunakan dalam filter ini adalah mekanik dan biologis.

Untuk menghindari kebusukan, filter ini sebaiknya dibersihkan setiap minggu. Karena menyerap air dari bawah, maka tidak disarankan untuk memberikan tanaman air di sekitar filter ini.

 

3. Filter Hang On

 Jenis filter hang on

Lalu yang ketiga adalah filter hang on. Sering juga disebut dengan filter gantung, filter ini diletakkan dengan cara digantung di atas akuarium dengan tabung yang dimasukkan ke dalam air yang berfungsi untuk membawa air dari bawah ke filter.

Penggunaan dan perawatannya cukup mudah sehingga cocok bagi para pemula. Sistem penyaringan yang digunakan lengkap yaitu mekanik, biologis, dan kimiawi. Namun, filter ini tidak cocok untuk akuarium air laut dan aquascape.

 

4. Filter Top

 Jenis filter top

 

Berikutnya adalah filter top. Filter top atau sering disebut juga filter atas diletakkan di atas akuarium dengan pompa yang diletakkan di dalam akuarium untuk menyedot air dari akuarium dan membawanya ke box filter.

Ini adalah jenis filter yang paling umum dan sering digunakan oleh hobiis ikan maupun kura-kura lho. Mudahnya mempersiapkan sebuah filter top serta hasil yang maksimal menjadi faktor banyak hobiis yang menggunakan jenis filter ini.

Biasanya filter ini menggunakan busa yang selain berfungsi sebagai penyaring mekanik, busa juga bisa menjadi media berkembangnya bakteri pengurai ammonia sehingga juga bisa bekerja dengan sistem biologis.

Beberapa orang ada juga lho yang menambahkan zeolite sebagai fiter kimia ke dalam box, tetapi cara ini kurang dianjurkan karena dapat meningkatkan resiko penyumbatan.

 

5. Filter Eksternal

Jenis filter eksternal 

Yang kelima adalah filter eksternal. Filter eksternal juga sering dikenal dengan filter canister yang diletakkan di luar akuarium. Dengan menggunakan tekanan, filter ini memompa air untuk melewati media penyaringan kedap udara.

Sistem penyaringan yang digunakan lengkap yaitu mekanik, biologis, dan kimiawi. Filter ini bisa digunakan di akuarium, termasuk aquascape dan juga kolam. Untuk aquascape, filter canister digunakan tanpa biowheel. Perawatannya dilakukan satu bulan sekali.

 

6. Filter Wet and Dry

Filter wet and dry atau “basah dan kering” menggunakan dua filter yang diletakkan di dalam akuarium (area basah) dan diluar akuarium (area kering). Sistem penyaringan yang digunakan lengkap, mekanik, biologis, dan kimiawi.

Penggunaan area kering bertujuan untuk menambah efektivitas filter biologi. Di bagian atas area kering, terdapat sprayer untuk mengalirkan air ke area basah. Filter ini cocok untuk digunakan pada akuarium air tawar dan juga air asin.


Sumber :

1.   http://nakamaaquatics.id/2018/05/27/jenis-filter/

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar