PEMBUATAN GARAM
MEROBAH LAHAN GARAM RAKYAT DARI TRADISIONAL MENJADI
SEMI INTENSIF
a. Konstruksi lahan tradisional
Gambar Lahan Pola Tradisional
Dari gambar diatas adalah pola lahan tradisional,
dimana perbandingan antara kolam penampung air muda ( buffer ) , kolam
peminihan ( penguapan ) dan kolam penampung air tua ( bunker ) dengan meja
kristalisasi hampir berbanding 65% : 35% dan hal inilah diantara penyebab hasil
produksi garam rakyat tidak akan lebih dari 100 ton per hektar permusim ,
karena tata letak luasan lahan garam didapat secara turun temurun dan petani
tambak garam tidak ada upaya sama sekali untuk meningkatkan hasil produksinya,
karena keterbatasan informasi teknologi baru yang selama ini mereka belum
dapatkan. Kalaupun petani akan mencoba menambah luasan meja Kristal hal
ini akan menghadapi kendala didalam penyiapan air tua yang akan dilepas pada
meja Kristal karena pada umumnya mereka tidak memiliki kolam penampung air tua
b. Konstruksi lahan semi intensif
GAMBAR LAHAN POLA SEMI INTENSIF
Sangatlah nyata hasil produksi garam rakyat dari 60 –
80 ton per hektar per musim menjadi 150 ton per hekter per musim yaitu dengan
merobah lahan garam dari pola tradisional menjadi pola semi intensif . karena
dari pola semi intensif ini akan didapat beberapa keuntungan
1. Luasan perbandingan lahan 35% untuk kolam buffer ,
meja peminihan dan bunker , dan 65% meja Kristal. Sehingga meja Kristal dapat
di buat sampai 48 meja per hektarnya, sedangkan pada pola tradisional hanya 20
meja Kristal setiap hektarnya.
2. Adanya sistim ulir yang digunakan dari meja
peminihan sampai ke kolam penampungan air tua ( bunker ) , karena pada sistim
ulir ini akan mempercepat proses perolehan air tua.
3. Tersedianya bunker sebagai kolam penampungan
air tua , sehingga petani garam tidak akan kesulitan ( kekurangan ) air tua
yang akan dilepas kemeja Kristal
4. Waktu proses persiapan produksi akan lebih
cepat yakni hanya 15 hari , karena proses pembuatan air baku ( air tua )
menggunakan sistim ulir. Sedangkan pada pola tradisional untuk persiapan proses
produksi mencapai 40 hari.
Permasalahan yang ada pada produksi garam rakyat saat ini adalah
kurangnya kualitas dan kuantitas terhadap kebutuhan garam nasional
seiring dengan bertambahnya penduduk dan pesatnya perkembangan industri
terhadap kebutuhan garam, hal ini ada beberapa permasalahan pokok yang
perlu diselesaikan secara bersama oleh instansi yang terkait dengan produksi
garam nasional, adapun permasalahan tersebut diantaranya adalah tentang
teknologi dan teknis produksi.
a. Areal sarana
Luas areal pada pegaraman rakyat yang dimiliki secara perorangan sangat
kecil yaitu berkisar antara 0,5 sampai dengan 5 hektar per unit dengan penataan
petak peminihan dengan petak kristalisasi yang tidak memenuhi persyaratan
dimana petak peminihan lebih sangat luas dibandingkan dengan petak kristalisasi
b. Proses
Secara umum dalam proses produksi garam rakyat adalah total kristalisasi ,
dimana air tua yang berada dimeja peminihahan bila dianggap mencukupi
kepekatanya langsung dialirkan kemeja – meja kristalisasi, tanpa pengontrolan
kepekatan larutan air garam yang memenuhi syarat. Selain hal tersebut juga
didalam pemadatan atau pengolahan meja kristalisasi kurang bagus atau
kurang padat sehingga pada saat pemanenan kemungkinan permukaan meja tanahnya akan
ikut terbawa sehingga warna kristal garam akan menjadi keruh atau coklat.
c. Produktifitas :
Produktifitas rata – rata petani garam berkisar 60 ton sampai 80 ton
per hektar permusim dikarenakan petakan – petakan proses produksi garam
masih belum tertata secara benar atau tetap sama secara turun temurun
tanpa sentuhan teknologi apapun
d. Mutu garam
Garam yang dihasilkan dalam bentuk kristal yang kecil dan rapuh hal
ini dikarenakan pada proses pelepasan air tua yang belum saatnya serta waktu
pemanenan yang terlalu pendek yakni berkisar 3 s.d 5 hari
Masalah Teknologi Produksi
a. Teknis Produksi
Peralatan dan cara produksi masih sederhana, saluran air bahan baku tidak
tertata sehingga pasokan air sebagai bahan baku tidak kontinyu, Kemampuan
petani garam didalam mengolah lahan garam untuk peningkatan produksi
terpusat di Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, sedangkan SDM di Indonesia
Timur kualitasnya masih harus ditingkatkan.
b. Iklim
Musim kemarau di pulau jawa relative pendek yaitu berkisar 4 s.d. 5 bulan
pertahun dengan kelembaban yang tinggi, sehingga produktivitas garam pertahun
rendah, sedangkan untuk Indonesia timur musim kemarau hingga 7 s.d. 8 bulan
c. Produktivitas Lahan
Produktivitas lahan garam rakyat rata – rata masih rendah yaitu sekitar 60
s.d 80 ton/ha/musim
d. Kualitas Produk
Kualitas produk tidak seragam dengan kandungan zat pencemar yang tinggi.
Sehingga untuk peningkatan kualitas atau pemurnian kristal garam melalui pencucian
menyebabkan naiknya biaya, oleh Karena itu garam rakyat cenderung dijual dengan
kualitas seadanya. Sebagai perbandingan garam konsumsi produksi PT. Garam
mengandung NaCl 95 % – 97 %, sedangkan garam rakyat mengandung NaCl lebih kecil
dari 95%.
e. Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana garam rakyat belum tertata dan kurang memadai. Tata
letak pegaraman rakyat umumnya tidak teratur dan terpencar-pencar, sarana jalan
yang menghubungkan petak/lahan dengan jalan raya sebagai sarana transportasi
hampir dikatakan tidak ada atau tidak memadai. Hal ini menyebabkan biaya angkut
ke tepi jalan raya (transportasi ke atas truk pengangkut) menjadi tinggi
sehingga pendapatan pembudidaya garam pada umumnya menjadi lebih kecil karena
dipotong biaya transport yang cukup besar.
Sedangkan untuk meningkatkan mutu garam rakyat yang perlu dilaksanakan oleh
pembudidaya garam adalah pengontrolan air tua yang akan dilepas kemeja
kristalisasi dimana air tua yang akan dilepas harus mempunyai kepekatan 25° Be
agar didapat kristal garam yang baik yaitu kristal garam tersebut tidak mudah
rapuh dengan waktu pemanenan minimal 10 hari.
Lahan Garam dengan Teknologi Geo Membrane
Tahapan teknologi geo membrane
1. Lahan yang mau digunakan harus di rubah tata letaknya yaitu dari lahan
tradisional menjadi semi intensif perubahan tata letak ini dimaksudkan untuk
meningkatkan hasil produksi, dimana pada lahan semi intensif terdiri dari
beberapa petakan
a. Kolam penampung air muda
b. 2 buah kolam peminihan
c. Kolam ulir
d. Kolam penampung air tua
e. Meja kristalisasi
Dari perubahan lahan tersebut akan dapat meningkatan produksi yang sangat
nyata yaitu mencapai 40% hingga 60% hal ini disebabkan dari perbandingan luas
lahan dimana 35 % luas lahan digunakan untuk kolam penampung air tua, kolam
peminihan, kolam ulir dan kolam penampung air tua, sedangkan 65 % digunakan
untuk meja kristal, selain produksi meningkat keuntungan yang lain dari sistim
semi intensif ini adalah masa produksi yang lebih cepat dimana dalam waktu 14
hari akan cepat didapat air tua sedangkan pada lahan tradisional untuk
mendapatkan air tua sampai 30 hari.
b. Melapisi meja kristalisasi dengan terpal plastik
Untuk meningkatkan mutu garam rakyat yang saat ini menjadi tuntutan pasar
maka petani garam harus mau menambah sarana yang ada. Karena saat ini produksi
garam rakyat dinilai kurang memenuhi syarat SNI, yakni nilai NaCl yang rendah,
warna buram kecoklatan dan rapuh. Oleh karena itu untuk mengatasi permasalahan
yang ada maka saat ini dikembangkan teknologi geo membrane. Didalam
teknologi geo membrane seluruh meja kristalisasi dilapisi terpal plastik hal
ini untuk menjamin terhadap kebersihan produksi garam.
c. Terpal Plastik yang di gunakan.
Terpal plastik yang digunakan untuk geo membrane bisa menggunakan
nomor A 12 atau plastik HDPE dengan ketebalan 500 mikron, karena plastic
ini mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, dimana dalam penggunaanya mampu
bertahan sampai empat musim garam dengan perawatan yang baik. Di dalam
perawatan plastic ini, apabila tidak musim garam harus di lepas dari meja
kristalisasi kemudian dicuci dan digulung kembali terus disimpan dalam bak air,
jangan disimpan pada tempat yang kering, karena kemungkinan akan dirusak oleh
tikus.
d. Cara Pemasangan geo membrane
· Ukur luasan
plastik geo membrane yang akan di gunakan
· Buat galengan
pada meja kristalisasi sesuai dengan luasan plastik geo membrane
· Guluk atau
padatkan meja kristalisasi agar permukaan meja kristalisasi rata.
· Bentangkan
plastik geo membran pada meja kristalisasi hingga menutupi seluruh permukaan
galengan.
· Kuatkan pada
tepi plastik geo membrane dengan cara memberi pasak kayu pada bagian tepi
plastik geo membrane.
SUMBER :
1.
Buku Panduan Pembuatan Garam Bermutu 2002. Badan Riset
Kelautan dan Perikanan.Pusat Riset Wilayah Laut dan Sumberdaya
Nonhayati. Proyek Riset Kelautan dan Perikanan .
2.
Pemberdayaan Garam Rakyat.2003. Direktorat Jendral
Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Pemasaran Departemen Kelautan dan Perikanan
3.
Buku Panduan Diklat Teknis Pemberdayaan Garam Rakyat
2010. Balai Diklat Perikanan Tegal.
4.
http://www.bppp-tegal.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar