PEMANFAATAN DAN
BUDIDAYA AZOLLA
Azolla merupakan genus dari paku air
mengapung suku Azollaceae. Terdapat tujuh spesies yang termasuk
dalam genus ini, salahsatu spesiesnya adalah Azollamicrophylla.
Azolla dikenal mampu bersimbiosis dengan alga biru-hijau Anabaena
azollae dan mengikat nitrogen langsung dari udara..
Pada kondisi optimal Azolla akan
tumbuh baik dengan laju pertumbuhan 35% tiap hari. Nilai nutrisi Azolla mengandung
kadar protein yang tinggi antara 24-30%. Kandungan asam amino essensialnya,
terutama lisin 0,42% lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrat jagung, dedak,
dan beras pecah.
MANFAAT AZOLLA
1. PenggantiPupuk Kimia
Pemanfaatan azolla sebagai pupuk ini memang
memungkinkan. Pasalnya, bila dihitung dariberat keringnya dalam bentuk kompos
(azollakering) mengandung unsur Nitrogen (N) 3 - 5%,
Phosphor (P) 0,5 - 0,9% dan Kalium (K) 2 -
4,5K. Sedangkan garam mikronya berupa Calsium (Ca) 0,4 - 1%,
Magnesium (Mg) 0,5 - 0,6%, Ferum (Fe) 0,06 -
0,26% dan Mangaan (Mn) 0,11 - 0,16%. Berdasarkan komposisi
kimia tersebut, bila digunakan untuk pupuk mempertahankan kesuburan tanah,
setiap hektar areal memerlukan azolla sejumlah 20 ton dalam bentuk segar, atau
6-7 ton berupa kompos (kadar air 15 persen) atau sekitar 1 ton
dalam keadaan kering. Bila azolla diberikan secara rutin setiap musim tanam,
maka suatu saat tanah itu tidak memerlukan pupuk buatan lagi.
Untuk membuat kompos azolla, caranya cukup mudah. Buat
saja lubang ukuran (P x L x D) 3 x 2 x 2 meter. Kemudian azolla segar
dimasukkan kedalam lubang. Seminggu kemudian azolla dibongkar. Untukmengurangi
kadar air menjadi 15 persen, azolla yang sudah terfermentasi tersebut lantas dijemur.
Setelah agak kering, baru dikemas dalam kantong plastic atau langsung digunakan
sebagai media tanam.
2. Pakan ternak dan ikan
Azolla juga bias dimanfaatkan untuk pakan ternak, khususnya
itik dan beragam jenis ikan omnivore dan herbivora. Sebagai pakan ternak,
kandungan gizi azolla cukup menjanjikan.K andungan protein misalnya, mencapai
31,25%, lemak 7,5%, karbohidrat 6,5%, gula terlarut 3,5% dan serat kasar 13%.
Bila digunakan untuk pakan itik, penggunaan azolla segar yang masih muda (umur
2 - 3 minggu) dicampur dengan ransum pakan itik. Berdasarkan hasil penelitian,
campuran azolla 15 persen kedalam ransum ini bisa menekan 15 persen biaya
pembelian pakan itik. Tentu saja hal ini cukup menguntungkan peternak karena
bisa mengurangi biaya pembelian pakan itik.
BUDIDAYA AZOLLA
Meski sudah popular sejak awal
tahun 1990-an, ternyata belum banyak petani membudidayakan dan memanfaatkan
tanaman azolla (Azollamicrophylla) untuk usaha taninya. Padahal manfaat
tanaman air yang satu cukup banyak. Selain bias untuk pupuk dan media tanaman
hias, azolla juga bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak dan pakan
ikan.
Di Bali,
azolla biasa dan sering dijumpai terapung di
perairan sawah dan kolam ikan. Karena dianggap gulma,
para
petani antas menyingkirkannya. Ditumpuk dan dibuang begitu saja. Padahal,
bila dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman padi di sawah,
azolla ini bias menekan penggunaan pupuk urea sampai
65 Kg/ha.
Azolla yang kadang disebut dengan
“ganggeng”, “mata lele”, “mata air” sangat mudah ditemukan disawah pada saat
bulan pertama penanaman padi Dijelaskan lebih lanjut bahwa kini Azolla telah
tersebar di penjuru bumi. Azolla tumbuh secara alami di Asia, Amerika, dan
Eropa. Azolla mempunyai beberapa spesies, antara lain: Azolla caroliniana,
Azolla filiculoides, Azolla mexicana, Azolla microphylla, Azolla nilotica,
Azolla pinnata var. pinnata, Azolla pinnata var. imbricata, Azolla rubra.
Azolla (Azolla
pinata) yang tumbuh pesat di ember
Azolla dapat tumbuh dengan baik
pada temperatur rata-rata 15-30 OC. Temperatur optimum kira-kira 25 OC untuk
Azolla filiculoides, A rubra dan A japonica. Sedangkan emperature di bawah 10
OC pertumbuhan Azolla kurang baik Azolla dapat beradaptasi di atas emperature
–5 OC.
Tempat budidaya Azolla cukup
menggunakan wadah kotak plastik, box kayu, atau kolam terpal buatan sendiri,
yang penting tidak mudah lapuk,
Jika punya lahan, budidaya Azolla
bisa menggunakan kolam tanah. Bagi yang menggunakan kolam non-tanah, sebaiknya
dibuatkan water level untuk kontrol air. Hal ini sangat berguna ketika musim
hujan karena air di dalam kolam akan penuh. Dengan adanya kontrol air, air akan
keluar secara otomatis jika melewati batas level ketinggian. Caranya cukup buat
saja lubang dua atau tiga buah di dinding kolam.
Media dapat menggunakan bak
plastik, kolam, terpal, dan tempat lain yang tidak ada ikan berukuran besar,
jika ada ikan kecil (guppy,cere) tidak begitu bermasalah, justru bermanfaat
agar tidak menjadi perkembang biakan jentik nyamuk. Lakukan penyemprotan stok
setiap tiga bulan sekali menggunakan pupuk P ( 1 sendok makan SP-36 per 1 liter
air). Sebaiknya Sp-36 ditumbuk halus agar mudah larut dalam air. indukan ini
digunakan untuk bibit yang akan ditanam di lahan yang lebih besar. Bisa juga
dilakukan dengan kurasan air kolam ikan yang tercampur kotoran ikan.
PERSIAPAN TEMPAT BUDIDAYA AZOLLA
Perlakuan pertama saat barang
tiba(dari paketan,jika membelinya dari jarak yang jauh dari tempat budidaya))
letakkan azolla microphylla ditempat teduh(dalam bak/wadah berair + pupuk
kandang) selama 2 hari atau lebih, sampai Azolla microphylla terlihat segar,
baru dipindah ke tempat yang terkena matahari atau kolam
Tempat terbaik untuk budidaya
adalah KOLAM TANAH, bila tidak memakai kolam tanah, tambahkan tanah dalam
tempat itu (karena azolla suka media yg berlumpur),campurkan tanah dengan pupuk
kandang(kotoran kambing, kotoran ayam, atau yang lainnya) kedalam kolam, baik
menggunakan kolam terpal ataupun kolam tanah.
langkah selanjutnya , isi kolam
dengan air minimal 5 cm (dari permukaan media pupuk) maksimal 20 cm, jangan
terlalu tinggi air dalam kolam akan lebih baik jika akar azolla dapat
menjangkau media. dan yang tak kalah penting adalah SINAR MATAHARI, semakin
lama mendapat sinar matahari semakin baik
Sebagai habitat asli tanaman rawa
atau sawah, budidaya Azolla Microphylla tidak sulit. Kunci utama mengembangkan
tanaman ini adalah membuat media tanam menyerupai habitat aslinya.
tanaman ini bisa dikembangkan di
kolam terpal yang diberi lumpur ataupun kolam tanah.Untuk menghasilkan
Azolla yang maksimal, baiknya tanah yang akan dimasukkan dalam kolam dicampur
dengan pupuk kandang kering. Komposisi campurannya, 70% tanah dan 30% pupuk
kandang.
Selanjutnya, campuran tanah dan
pupuk kandang dimasukkan ke dalam kolam secara merata dengan ketebalan sekitar
5 centimeter (cm). Setelah itu isi kolam dengan air secukupnya. Setelah kolam
siap baru dilakukan penebaran bibit.
Saat penggunaan pupuk kandang
pada media, PERHATIKAN BAU AIR. apabila air menjadi BAU, berarti pupUk belum
terfermentasi sempurna, JANGAN DIPAKAI !!
PENEBARAN BIBIT AZOLLA
Untuk kolam berukuran 2 x 3
meter, bisa diisi bibit sebanyak 1 kilogram. Biasanya bibit ini bersifat basah,
sehingga harus segera ditebar. Supaya Azolla bisa tumbuh maksimal, perhatikan
ketinggian air di dalam kolam. Ketinggian air di dalam kolam cukup antara 10 cm
– 15 cm dari lumpur.
Semakin dekat jarak air dengan
lumpur akan semakin baik karena akan mempercepat perkembangan tanaman. Yang
harus diperhatikan juga adalah posisi kolam. Sebaiknya jangan tempatkan kolam
di bawah sinar matahari langsung karena akan merusak warna daun,warnanya bisa
kecoklatan, sebaiknya diberi paranet .
Namun demikian, kolam juga tidak
bisa dibuat di ruang tertutup karena azolla membutuhkan nitrogen dan
berfotosintesis.tanaman ini dapat dipanen bila sudah memenuhi seluruh kolam
dengan membentuk tiga lapis tanaman.
Setiap hari tanaman ini dapat
tumbuh 30% dari jumlah bibit yang disebar. Sehingga dalam waktu lima sampai
tujuh hari Azolla sudah dapat dipanen. Untuk memanen tanaman ini baiknya dalam
satu kolam diambil secukupnya dan sesuai kebutuhan.Tujuannya, agar petani tidak
perlu membeli bibit baru dan tanaman dapat terus berkembang. Untuk
pemeliharaan, dapat menambahkan pupuk kandang kering atau pupuk kompos bila
pertumbuhan Azolla sudah kurang maksimal dan lambat.
PEMANENAN
Pada umumnya biomassa Azolla
maksimum tercapai setelah 14 –28 hari setelah inokulasi. Dari hasil penelitian
Batan diketahui bahwa dengan menginokulasikan 200 g Azolla segar per m2 maka
setelah 3 minggu, Azolla tersebut akan menutupi seluruh permukaan lahan tempat
Azolla tersebut ditumbuhkan. Dalam keadaan ini dapat dihasilkan 30 – 45 kg.
HAL HAL
TERPENTING DALAM DUDIDAYA AZOLLA
1. Usahakan media kompos dan pupuk kandangnya setinggi minimal 5 cm, bisa
ditambah pakai tanah.
2. Usahakan tinggi airnya minimal 20 cm atau tidak lebih dari 30 cm dari media
3. Menggunakan air kolam ikan hasilnya lebih efektif dibandingkan air biasa
karena sudah kaya dengan nutrisi, tapi air biasa juga tidak masalah selama
asupan nutrisi cukup
4. Diletakkan di tempat yang kena cahaya matahari langsung lebih efektif, tapi
jangan terlalu panas
5. Penambahan nutrisi secara berkala akan membuat penyebarannya lebih banyak
dan bertumpuk
6. Jika ada, tambahkan lumpur hijau dari dasar kolam saat kita menguras kolam
ikan kita
7. Penambahan pupuk P juga lebih bagus lagi
Beberapa hal
yang perlu diperhatikan dalam budidaya Azolla microphyllaadalah
sebagai berikut:
1.
Azolla
microphylla membutuhkan cahaya matahari penuh, jadi
sebaiknya tempat budidaya tidak berada di tempat yang teduh.
2.
Ketinggian
air jangan terlalu tinggi, buatlah dangkal saja karena unsur hara terpenting
bagi Azolla microphylla adalah unsur P (hara utama tanaman
yang penting untuk perkembangan akar, anakan, berbunga awal, dan pematangan)
dan itu tidak bisa diperoleh di air tapi terdapat di tanah, bila terpaksa
tinggi, caranya seperti disebut diatas, pakai pupuk p (sp-36).
3.
Jangan
menggunakan Pupuk Urea (apabila kolam sudah terisi Azolla Microphylla, sebaba
Azolla akan MATI !!! Pupuk urea hanya boleh di gunakan saat tahap awal
pemupukan kolam/saat kolam belum diisi. Setelah pemupukan dengan urea, kolam
dibiarkan dulu selama sekitar 2 minggu atau sampai kolam tidak berbau amonia,
baru bisa diisi azolla.
4.
Apabila
menggunakan pupuk kandang pada media, perhatikan bau air. apabila air menjadi
bau, berarti pupuk belum terfermentasi sempurna, jangan dipakai !! sebab Azolla
bisa MATI.
5.
Tempat
terbaik untuk budidaya Azolla adalah kolam tanah, bila tidak memakai kolam
tanah, tambahkan media tanah dalam tempat itu (karena azolla suka media yg
berlumpur), campurkan kompos/ pupuk kandang. Ketebalan media (-+) 5cm.
6.
Perlakuan
awal saat bibit Azolla tiba dari pengiriman ekspedisi adalah letakkan Azolla
microphylla ditempat teduh (dalam bak/wadah berair + pupuk kandang)
selama 2 hari atau lebih, sampai Azolla microphylla terlihat
segar, baru dipindah ke tempat yang terkena matahari langsung.
Sumber :
- http://satriausaha.blogspot.co.id
- http://bibitazolla.com
- http://dkwek.com
- http://satriausaha.blogspot.co.id
- http://bibitazolla.com
- http://dkwek.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar