AKUAPONIK DI LAHAN SEMPIT DENGAN “BUDIKDAMBER”
(BUDIDAYA IKAN DALAM EMBER)
Mengapa membudidayakan ikan dalam ember?
Solusi ini dilakukan mengingat keterbatasan lahan untuk budidaya ikan dan mulai
berkurangnya kualitas dan kuantitas air terutama di daerah perkotaan, sehingga
budikdamper menjadi salah satu pilihan yang bisa diterapkan untuk mengatasi
solusi pangan masa depan.
Budidaya ikan dalam
ember dengan sistem aquaponik berpeluang meningkatkan kebutuhan akan protein
hewani dan sayuran serta memudahkan masyarakat mendapatkan ikan dan sayur di
lingkungan tempat tinggal. Cara ini sangat baik dikembangkan di panti asuhan
dan tempat-tempat pengungsian karena bencana atau daerah perkotaan yang sempit
lahan tinggal.
Selain mudah
dilakukan, budikdamper menggunakan media yang kecil, portabel, hemat air dan
tidak membutuhkan listrik.
Ikan merupakan satu dari sekian komoditi yang tidak bisa
di pisahkan dari kehidupan manusia. Banyak sekali manusia yang berinovasi untuk
mengembangkan dan untuk melestarikan ikan. Pada dasarnya ikan sendiri bisa di
budidayakan di mana saja. Yang penting tempat budidaya itu cukup untuk memenuhi
kebutuhan oksigen ikan.
Untuk
cara budidayanya pun tidak terlalu sulit. Jika kita melakukan budidaya secara
konvensional kita harus memiliki lhan yang cukup besar dan modal yang besar
juga. Berkebalikan dari budidaya secara konvensional, jika kita melakukan
budikdamber , kita hanya memerlukan ember yang berukuran kecil yang dapat
menampung air hingga 100 liter. Dengan menyediakan ember berisi 100 liter
air, kita dapat memulai budikdamber ini.
Sistem kerja dari
Budikdamber adalah membudidayakan ikan dan sayuran dalam satu ember yang
merupakan sistem akuaponik (polikultur ikan dan sayuran). Namun, perbedaannya
adalah Budikdamber tidak serumit akuaponik yang membutuhkan pompa dan filter
yang akhirnya membutuhkan listrik, lahan yang luas, biaya yang mahal, dan
rumit. Budikdamber justru memiliki keunggulan seperti hemat air, zero
waste, perawatan yang mudah, dan tanpa bahan kimia.
Apa yang perlu
diperhatikan dalam teknik Budikdamber?
JENIS IKAN
Tidak semua ikan
dapat dibudidayakan dengan teknik Budikdamber ini. Hanya ikan yang tahan
oksigen rendah yang cocok dibudidayakan, seperti ikan lele, patin, betok,
gabus, dan gurame.
JENIS TANAMAN
Jenis tanaman yang
dapat ditanam tergantung dari jenis media yang digunakan. Untuk sayuran seperti
kangkung, genjer, dan bayam Brazil dapat dibudidayakan menggunakan media arang.
Sedangkan media berupa AKT (arang, kain, dan tanah) dapat digunakan untuk semua
jenis sayuran.
Namun, yang paling sering dan mudah untuk dibudidayakan yaitu perpaduan beternak ikan lele sekaligus menanam sayur berupa kangkung.
Lantas, bagaimana
cara budidaya ikan dan menanam sayur dalam ember dengan teknik Budikdamber?
PERALATAN DAN BAHAN UNTUK MEMBUAT BUDIKDAMBER
Peralatan dan bahan
yang digunakan untuk membuat Budikdamber tidaklah sulit, yaitu antara lain:
- Ember
80 liter
- Arang
batok kelapa
- Gelas
plastik
- Benih
lele
- Tang
- Kawat
- Bibit
kangkung
- Solder
CARA PEMBUATAN BUDIKDAMBER
A. Persiapan Media
Tanam Sayur
- Lubangi
gelas plastik 10 buah dengan solder.
- Potong
kangkung, sisakan bagian bawah.
- Masukkan
kangkung ke dalam gelas.
- Isi
gelas dengan arang batok kelapa antara 50 sampai 80 persen ukuran gelas.
- Potong
kawat kurang lebih 12 cm dan buat model kait yang bisa dijadikan pegangan
gelas di ember.
B. Persiapan Media
untuk Budikdamber
- Isi air
60 liter ke dalam ember, diamkan kurang lebih 1-2 hari.
- Masukkan
benih ikan lele, diamkan 1-2 hari.
- Rangkai
gelas kangkung di pinggir ember.
PEMELIHARAAN
Tidak cukup hanya
sampai dalam tahap pembuatan. Pemeliharaan untuk Budikdamber ini juga
diperlukan guna mencapai hasil yang maksimal. Pemeliharaan untuk Budikdamber
tidaklah sulit, tetapi dibutuhkan konsistensi dalam pemeliharaannya, yaitu
dengan cara:
- Ember
diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari maksimal.
- Kangkung
akan terlihat tumbuh di hari ke-3.
- Apabila
ada kutu di daun kangkung, segera buang daun atau batang, karena kangkung
akan keriting dan mati.
- Berikan
pakan kepada ikan sesuai ukuran sekenyangnya. Dapat diberikan 2-3 kali
dengan waktu tetap.
- Apabila
nafsu makan ikan menurun, air berbau busuk (NH3, H2S), dan ikan
menggantung (kepala di atas, ekor di bawah), ganti air atau sipon
(penyedotan kotoran di dasar ember dengan selang). Biasanya 10-14 hari
sekali.
- Penyedotan
dapat 50-80 persen dari keseluruhan air atau dapat seluruhnya apabila
diperlukan. Kemudian ganti dengan air bersih.
- Kangkung
yang membesar membutuhkan air yang lebih banyak sehingga tambahkan air
setinggi leher ember.
PANEN
Ketika pemeliharaan
yang rutin sudah dilakukan, maka kita dapat mencapai hasil yang maksimal pada
tahap panen. Prosedur untuk memanen hasil dari Budikdamber ini yaitu:
- Panen
kangkung pertama adalah 14-21 hari sejak tanam.
- Sisakan
bagian bawah tunas kangkung untuk pertumbuhan kembali.
- Panen
ke-2 dan selanjutnya berjarak 10-14 hari sekali.
- Panen
ikan lele dapat dilakukan dalam 2 bulan, jika benih bagus dan pakan baik.
- Tingkat
bertahan hidup (survival) ikan adalah 40-100 persen.
- Panen
ikan dapat dilakukan dengan cara diserok atau dikuras.
Sumber :
https://paktanidigital.com/artikel/mengenal-teknik-budikdamber/#.X8JXF5wzbIU

Tidak ada komentar:
Posting Komentar